Hallobogor.com, Bogor – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor menertibkan para pelanggar ketertiban umum (tibum) di hampir di seluruh penjuru Kota Bogor. Salah satunya melakukan penertiban secara berkesinambungan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) guna mencapai Kota Bogor Bebas PMKS.

Upaya penertiban PMKS ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, Kasat Binmas Kapolres Bogor Kota, Dinsos Kota Bogor dengan mitranya yakni Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan dibantu Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Sedikitnya 200 PMKS berhasil dijaring oleh Dinsos dalam kurun waktu sebulan pada Januari 2017 lalu.

Kepala Dinas Sosial, Azrin Syamsudin yang ditemui selasai dari rapat paripurna, Senin (20/02/17), menuturkan, pada Januari kemarin berhasil menertibkan pengamen jalanan, anak jalanan, gembel, pengemis dan lain sebagainya yang bersifat mengganggu ketertiban umum.

“Kami bersama tim melaksanakan kegiatan penertiban di semua lokasi. Seperti yang kami lakukan pada sebelumnya telah terjaring sedikitnya didapati 42 PMKS, Dan pada hari ini sekitar 5 orang, serta pengemis telah dijaring pihak Dinsos Kota Bogor. Total 200 orang dalam sebulan,” katanya.

Azrin Syamsudib menjelaskan, PMKS yang ditertibkan itu berasal dari Kota Bogor dan luar wilayah Kota Bogor yakni, Kabupaten Bogor, Depok dan Sukabumi. “Dari total keseluruhan PMKS ada 17 orang yang berasal dari Kota Bogor. Pada penertiban hampir sama sekali tidak ada kendala yang dihadapi, namun itu tidak kami pungkiri seperti adanya ormas yang menjadi bekingan di beberapa PMKS,” ungkapnya.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan Dinsos bukan semata-mata untuk memenjarakan, namun penertiban tersebut bertujuan untuk memanusiakan manusia. “Kendala terkadang datang dari pihak merekanya itu sendiri, kadang tidak mau mendaftarkan diri untuk dibina secara sukarela. Karena persyaratan dari panti tersebut harus menyatakan sukarela untuk dibina. Di situ tidak adanya unsur paksaan kepada mereka untuk ikut masuk panti. Karena akan diverifikasi,” tandasnya.

Kaitan dengan panti sebagai tempat pembinaan PMKS, Azrin menjelaskan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan panti yang berlokasi di Jakarta dan Sukabumi. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan panti yang berada di Lembang agar PMKS yang terjaring bisa langsung dikirim untuk di bina,” tukasnya.

Azrin juga mengimbau kepada masyarakat khususnya warga Kota Bogor akan pentingnya peran serta masyarakat untuk menghadapi permasalahan terkait PMKS. Untuk itu bagi masyarakat yang melihat PMKS yang melakukan tindakan kriminalitas Dinsos tidak segan-segan untuk melakukan tindakan seperti halnya menganggu ketertiban umum.

“Bilamana warga Kota Bogor melihat tindakan tersebut silakan untuk difoto kirim ke kami dan kami akan langsung tertibkan sesuai tupoksi kami, karena peran serta masyarakat itu penting bagi orang yang melihat PMKS berulah di jalan,” imbuhnya. (dns)