Hallobogor.com, Bogor – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Amanat Nasional (PAN), H. Eddy Soeparno, mengemukakan, persoalan yang dialami masyarakat di setiap daerah di Indonesia cukup klasik dan relatif sama. Yakni, persoalan ekonomi, daya beli masyarakat yang masih lemah, instabilitas harga sembako, serta kurangnya lapangan pekerjaan sehingga angka pengangguran masih tinggi.

“Sebagai sekretaris partai setelah sering berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia, isyu persoalan yang dialami masyarakat di mana-mana tidak pernah berubah, yakni perekonomian, daya beli masyarakat, harga sembako, kurangnya lapangan pekerjaan. Selebihnya sesuai karakteristik daerah masing-masing,” ungkapnya, ditemui usai peresmian Rumah Perjuangan Relawan Sahabat Eddy Pilihan Sadayana (SAEPISAN), di Jalan Pandu Raya, Kota Bogor, Jumat 25 Mei 2018.

Pada tahun politik sekarang ini, Eddy sendiri lebih memilih start di Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur untuk melangkah ke Senayan menjadi Anggota DPR RI pada Pileg 2019. Meski dirinya tidak lahir di Bogor atau Cianjur, Eddy mengaku punya alasan khusus memilih Kota Bogor dan Cianjur.

“Isyu-isyu besar di Bogor sangat nyata. Bogor dengan Jakarta sebelas dua belas secara cakupan geografis. Tapi dari sisi kemajuan ekonomi, kesejahteraan masyarakat masih tertinggal secara signifikan,” ujarnya.

Menurut Eddy, isyu persoalan yang harus dibenahi dan diperjuangkan di Kota Bogor di antaranya kesehatan, pendidikan, kemacetan dan penataan transportasi, penataan Pedagang Kaki Lima. 

Guna menyerap aspirasi masyarakat serta penguatan pemenangan menuju DPR RI 2019, Eddy mendirikan Rumah Perjuangan SAEPISAN. “Selain dijadikan tempat pemenangan juga jadi tempat pelatihan serta pembekalan. Rumah Perjuangan SAEPISAN juga bisa digunakan terbuka bagi masyarakat untuk menampung dan menyampaikan aspirasinya serta menggelar berbagai diskusi untuk kemajuan masyarakat Kota Bogor,” jelasnya.

Lebih lanjut Eddy mengatakan, dirinya iingin mendudukkan politik dalam tempat yang sesungguhnya untuk membawa perubahan yang lebih baik untuk masyarakat. “Apa yang kami akan lakukan adalah pengabdian untuk masyarakat yang kami wakili aspirasinya dengan cara berpolitik yang beretika, menjunjung tinggi moralitas, dan kesantunan. Kami siap memberikan contoh yang baik, mengedukasi masyarakat, terhadap momok yang selama ini terjadi dalam setiap pemilihan-pemilihan langsung yaitu money politic (politik uang). Yang harus didengar oleh masyarakat itu adalah visi misi dan program calon, bukan apa yang diberikan oleh calon, apakah itu uang, kerudung, sembako, dan lain-lain,” paparnya.

Sementara Adang Hudaya selaku koordinator SAEPISAN sekaligus Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor, menambahkan, dirinya sebagai mesin penggerak dalam pemenangan H. Eddy Suparno menuju kursi DPR-RI ini menilai Rumah Perjuangan SAEPISAN bukan sekadar pos politik. “Tapi ini adalah amanat masyarakat khususnya Kota Bogor. Tanpa ada wakil dari kita, yang mampu kita percayai, sulit menentukan sebuah kebijakan. Maka dari itu kita butuh sosok yang mampu betul-betul mewakili, bersih, profesional, dan religius, karena itu merupakan modal dalam memimpin dan dalam memutuskan kebijakan,” imbuhnya. (cep/dns)