Hallobogor.com, Bogor – Peringatan hari tuberkulolis (TB) sedunia atau TB Day tingkat Kota Bogor dipusatkan di lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Sejumlah pejabat Pemkot Bogor juga mengunjungi para penderita di enam kecamatan se-Kota Bogor.

Plt. Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, menyampaikan bahwa penyakit TB termasuk 10 besar penyakit yang mematikan di dunia setelah penyakit jantung dan diabetes. Bahkan tercatat di 2017 ada 1.251 penemuan kasus penyakit TB di Kota Bogor. Untuk itu ia mengajak semua untuk melakukan tindakan pencegahan (preventif) dengan cara menjaga kesehatan.

“Memang sangat miris, cukup banyak penderita TB yang tidak sempat tertolong, meninggal akibat TB, indikasinya menunjukkan banyak sekali kasusnya,” kata Usmar saat menghadiri peringatan Hari TB di Taman Sempur, Kota Bogor, Jumat (23/3/2018).

Ia berharap dengan peringatan TB Day dapat memotivasi jajaran Pemkot Bogor dan masyarakat untuk bahu membahu mengatasi permasalahan ini. “Kita sadar untuk menghilangkan tidak mungkin, tetapi minimal kita dapat melakukan pencegahan dengan berbagai pendekatan,” tuturnya.

Tindakan pencegahan yang dimaksud adalah bagi yang sudah terjangkit TB dapat dilakukan dengan pengobatan dan bagi yang belum melalui pendekatan preventif dengan mengimbau untuk menjaga kesehatan dan lingkungan. “Jalani pola hidup sehat dan hal lain yang bisa dilakukan untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat, jangan hanya tindakan kuratif saja,” jelas Usmar.

Sementara di Kecamatan Bogor Selatan, Dinas Kesehatan didampingi Camat Bogor Selatan Sujatmiko mengunjungi penderita penyakit TB di Kelurahan Muarasari RT 01/01.

Sujatmiko mengatakan, Kelurahan Muarasari mempunyai jumlah penderita TB tertinggi dibandingkan dengan wilayah lain yakni 8 orang. Dari 8 orang tersebut 5 orang yang sudah sembuh total, tinggal 3 orang yang masih dalam pengobatan dan bisa menularkan ke keluarganya maupun ke warga sekitar. 

Ia menjelaskan, bakteri TB tersebut sebetulnya bisa disembuhkan dan penderita harus tetap optimistis. Di samping itu siapa pun warga yang ketahuan menderita TB agar cepat ditindaklanjuti dsn dikarantina karena ini sangat berbahaya. 

“Untuk penangannya sendiri bagi penderita sudah menjadi perhatian. Pasti akan difasilitasi walaupun yang bersangkutan tidak memiliki BPJS atau pun fasilitas kesehatan lainnya akan digratiskan. Sebab ada singkatan TB ini menjadi sebuah slogan yaitu “tidak bayar” alias cuma-cuma. Pengobatannya ada pendampingan dari kecamatan dan kelurahan melalui kader-kader di wilayah,” paparnya. (dns)