Hallobogor.com, Sentul – Manajemen PT Sentul City Tbk terus berupaya mencari solusi mengatasi persoalan defisit air di perumahan Sentul City sejak satu bulan belakangan ini. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggelar pertemuan dan dialog dengan warga di Taman Budaya Sentul City, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Sabtu (13/1/2018) pukul 10.00 Wib.

Dialog dengan topik “menuju kawasan perumahan yang harmoni, ramah air, untuk kebutuhan warga Sentul City” ini dihadiri warga Sentul City RW 05 yang menghuni Cluster Venesia, Sakura, Pasadena, MVR, dan Lake Side Home dengan jumlah warga kurang lebih 1.500 kepala keluarga (KK). Sedangkan dari Sentul City dihadiri Direksi PT Sentul City Tbk David Partono, dan Jonni Kawaldi Hasibuan selaku Presdir PT Sukaputra Graha Cemerlang (pengelola Sentul City).

Dalam dialog tersebut, warga meminta penjelasan dari pengelola kawasan Sentul City perihal terjadinya defisit air. Selain itu, sekitar 30 orang perwakilan warga meminta solusi dari pengembang agar masalah air ini cepat teratasi.

David Partono menjelaskan bahwa Sentul City terus berupaya keras dan menjadikan prioritas utama mencari solusi cepat mengatasi krisis air ini. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan antara lain, mengatur jadwal distribusi air ke pelanggan agar pada jam puncak aktivitas pemakaian air pagi dan sore hari tersedia; membantu penyediaan air bagi warga yang sangat membutuhkan air pada saat jam mati air dengan menyediakan patroli tangki air ke kawasan pemukiman dan mengisi tandon-tandon air yang telah disediakan oleh developer di kawasan pemukiman.

“Koordinasi terus dengan PDAM agar suplai air sesuai perjanjian sebesar 90 liter per detik segera terealisir. Sebelum itu tercapai, PDAM akan menaikkan debit suplai air di jam minimum pemakaian (malam hari) untuk membantu penambahan stok air buat Sentul City,” kata David Partono.

Selain itu, Jonni Kawaldi menjelaskan, Sentul City berupaya meningkatkan produksi water treatment plan (WTP) yang ada saat ini dari 20 liter per detik menjadi 40 liter per detik. “Sentul City juga akan mengembangkan sumber air baru untuk memenuhi kebutuhan air di masa yang akan datang,” tegasnya. Namun diketahui, saat ini Sentul City terkendala perizinannya.

Menjawab pertanyaan warga apa kendala yang dihadapi oleh Sentul City dalam mendapatkan izin pengelolaan air tersebut, Jonni menjelaskan bahwa saat ini ada sekelompok warga yang berusaha mematikan izin air Sentul City sehingga jika ini terjadi maka akan ada potensi pengurangan debit air.

“Sentul City membutuhkan dukungan dari warga sehingga instansi pemberi izin tidak ragu untuk mengeluarkan izin tersebut,” tandas Jonni.

Warga pun menyatakan siap mendukung Sentul City utk memperoleh izin tersebut bahkan siap mengirim surat ke instansi terkait sebagai bentuk dukungan.

Lantaran banyak masukan dan usulan warga di luar persoalan air, pihak Sentul City berencana melakukan pertemuan lanjutan pada Rabu (17/1/2018). Warga juga diminta membuat daftar pertanyaan, masukan, dan usulan, dan menunjuk perwakilan untuk dibahas bersama dengan Sentul City. (cep)