1Hallobogor.com, Kota Bogor – Sepanjang tahun 2016, Kota Bogor harus kehilangan sejumlah 237 pohon. Penggantian pohon dilakukan dengan sistem sulam menanam pohon di sekitar area pohon yang ditebang atau karena tumbang.

Kepala Seksi Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bogor, Erwin Gunawan mangatakan, pada tahun 2016 dimulai Januari hingga Desember telah direkap data pohon yang ditebang berjumlah 237, 390 dipangkas, 50 patah dahan dan 43 pohon tumbang.

“Pohon-pohon yang ditebang karena kropos, kering, terkena hama dan sebagainya. Ada juga akarnya busuk karena terpotong pekerjaan utilitas,” ujar Erwin, baru-baru ini.



Ia menjelaskan, dasar penebangan sendiri karena membahayakan masyarakat dan sesuai rekomendasi Balitbang Kehutanan yang juga melihat dahulu kondisi pohon. Setelah dilihat kondisinya tidak memungkinkan untuk tetap dipertahankan, maka segera ditebang.

“Apalagi sudah mengenai kabel PLN ataupun fasilitas publik yang banyak dipakai masyarakat. Penebangan juga tidak dilakukan sembarangan dengan ahli yang bisa menebang,” tambahnya.

Menurut Erwin, setelah penebangan pihaknya melakukan penyulaman, namun jangka waktu tidak langsung setelah ditebang lalu ditanam. Tetapi ada waktunya untuk mencari pengganti pohon yang pas, kebanyakan pohon yang ditebang ada di jalur hijau dan jarang yang ditebang di dekat fasilitas publik.

“Penyulaman juga tergantung kondisi lahan yang ada di lapangan, biasanya jaraknya 3 sampai 4 meter dari tanaman yang sakit atau pun yang sudah ditebang,” terangnya.

Sejauh ini ada juga program KTP pohon yang sudah terdata berjumlah 328 pohon dari belasan ribu pohon se-Kota Bogor. Kerja sama pendataan pohon dengan Balitbang Kehutanan akan dilanjutkan tahun 2017 ini.

“Manfaat KTP pohon besar sekali. Kami belum memiliki tenaga ahli, karena itu masih sistem kerja sama. Kami masih memiliki MoU dengan pihak Balitbang untuk terus melakukan KTP pohon,” tutupnya. (ris)