Hallobogor.com, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto resmi meninggalkan rumah dinasnya di Jalan Pajajaran, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (12/2/2018) malam.  

Saat meninggalkan rumah dinas, Bima Arya didampingi sang istri Yane Ardian dan kedua buah hatinya. Mereka lalu berpamitan dengan sejumlah pejabat Pemkot Bogor, mulai dari Lurah, Camat, Kepala Dinas serta direksi BUMD. Tampak hadir pula Kapolresta Bogor, Dandim 0606/Kota Bogor dan Komandan Denpom.

Bima dan keluarga tampak membawa sejumlah perlengkapan pribadi dan beberapa buku lalu dimasukan ke mobil Honda Freed miliknya. Barang-barang yang dibeli dengan uang negara ditinggalkan di rumah peninggalan Belanda itu.

Bima juga secara simbolis tampak menyerahkan kunci rumah, mobil dinasnya beserta daftar barang milik negara kepada Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarif Hidayat.

Masa cuti Bima Arya sendiri berlaku pukul 00.00 WIB, Selasa (13/2/2018) setelah penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor pada Senin (12/2/2018). Selanjutnya Bima beserta keluarga akan menempati kediaman pribadinya di Pendopo 6, Komplek Barananang Siang Indah, Katulampa, Kota Bogor.

“Saya pamitan kepada semua, minta maaf, berterimakasih atas dukungannya dan nitip Kota Bogor selama empat bulan ke depan. Walikotanya masih ada, nanti balik lagi, hanya cuti. Saya serahkan kunci rumah dinas, kunci mobil dinas. Semua ditarik. Pengawalan ditarik semua, ajudan tidak melekat lagi. Kembali pakai mobil pribadi,” ungkap Bima Arya sebelum memasuki kendaraannya.

Ia mengaku, baik rumah dinas maupun rumah pribadinya sama-sama nyaman dan memancarkan energi positif. “Kesan kesan tinggal di rumah dinas ngantornya berasa tujuh hari seminggu dan 24 jam sehari. Kalau kata orang serem dan sebagainya karena rumah peninggalan Belanda, saya tidak pernah merasakan seperti itu. Nyaman-nyaman saja dan biasa-biasa saja,” kata pria kelahiran Bogor 17 Desember 1972 itu.

Selama cuti, Bima Arya menyatakan akan menyewa mobil untuk menemani aktivitasnya sehari-hari sebagai Calon Wali Kota Bogor yang berpasangan dengan mantan Pejabat KPK, Dedie Rachim.

“Ini mobil satu-satunya. Kampanye kelihatannya harus cari mobil lagi. Mungkin nanti akan sewa mobil. Soalnya ini mobil untuk dipakai antar anak sekolah,” ujar Bima.

Pada hari pertama cuti, Selasa (13/2/2018), Bima akan menghadiri kegiatan KPU Kota Bogor dengan agenda pengundian nomor urut pasangan calon pada Pilwakot Bogor 2018. “Besok hari pertama cuti saya dan Kang Dedie akan menghadiri pengambilan nomor urut paslon, setelah itu silaturahmi dengan warga Bogor,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarif Hidayat, menyatakan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor untuk tetap menempatkan diri sebagai pelayan warga.

“ASN tidak boleh terganggu dengan situasi Pilkada. Karena ASN sudah diberikan rambu oleh berbagai ketentuan dan harus bersifat netral. Tetap hadir untuk kepentingan melayani masyarakat,” ujar Ade. 

Sekda juga meminta kepada para SKPD dan para ASN untuk fokus terhadap program-program yang sudah ditentukan. 

“Saya pertama nitip kepada SKPD agar konsern terhadap program yang ada sesuai tupoksi yang ada. Saya juga sudah minta Pak Wakil sebagai pejabat sementara wali kota, saya minta empat bulan ke depan menjaga stabilitas kota, tetap nyaman. Bagi kami di jajaran birokrat, mau pak walinya pak Bima atau Pjs, tetap harus menempatkan diri sebagai pelayan masyrakat. Saya minta Lurah, camat, SKPD, para asisten untuk konsetrasi dalam pekerjannya,” pungkasnya. (cep)