Hallobogor.com, Bogor – Koperasi Perumahan Umum Nasional Syariah (Koperumnas) akhirnya bisa menepati janjinya kepada para anggotanya. Setelah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gedung dari Pemkab Bogor, Koperumnas kini memulai membangun unit rumah untuk para anggotanya serta rumah toko (ruko).

“Kami mohon doa restunya, Koperumnas Insha Allah menepati janji sesuai tahapan setelah 24 bulan mulai membangun project pertama kami di Jonggol setelah IMB kami kantongi. Koperumnas sebagai developer syariah juga selalu ingin membuktikan bahwa kami legal dan mengikuti semua aturan pemerintah, makanya kami berani membangun setelah mengantongi IMB dan untuk membuktikan kepada anggota bahwa kami serius dan selalu berupaya amanah,” ungkap General Manager Koperumnas Putri Muda, Rabu (4/12/2019).

Putri Muda menegaskan, bahwa pembangunan unit rumah di Singasari Residence akan diprioritaskan untuk anggota yang tidak pernah menunggak. “Insha Allah ini menjadi kekuatan bersama dalam memberantas riba. Bagi yang belum mendaftar silakan karena tahun 2020 harga rumah naik 10 juta rupiah,” ucapnya.



Sementara itu, Konsultan Pracetak Koperumnas, Erik Rinaldo, menjelaskan, aktivitas pekerjaan pembangunan unit rumah di Singasari Residence sudah mulai berjalan dengan menggunakan struktur bangunan panel beton pracetak.

“Semua unit rumah Koperumnas kami bangun tipe 36. Dengan sistem pracetak yang merupakan pengembangan dari sistem RISHA ini, per satu unitnya hanya membutuhkan waktu 3-4 minggu saja dengan jumlah pekerja per unit 4 orang,” ujarnya.

Erik menambahkan bahwa sistem pracetak sudah diterapkan di beberapa wilayah. Hanya saja tergantung luasan dan bentuk bangunannya. “Proporsional, karena pasti beda antara struktur rumah dengan dengan struktur ruko. Penyediaan struktur pracetak ini kami lakukan simultan, nyetak onside, tergantung plan project masing-masing agar segi pembuatannya terlihat, pasangnya, dan finishingnya. Di Jonggol sendiri kami buat workshopnya,” terang dia.

Erik menambahkan, banyak keunggulan dari sistem struktur rumah beton pracetak. “Di antaranya lebih cepat, ada value terhadap penerima manfaat, kekuatan struktur K250-300, tahan gempa, bisa dikembangkan dua lantai, serta efektivitas usia rumahnya sampai minimal 30 tahun sesuai kaidah,” imbuhnya. (cep)