Hallobogor.com, Caringin – Mulai tahun ajaran baru 2017-2018, penerimaan peserta didik baru (PPDB) di setiap sekolah negeri menerapkan sistem zonasi dan besaran nilai skors calon murid baru. Meski dinilai bagus, namun penerapan sistem ini masih minim sosialisasi.

“Bagus. Niat pemerintah dengan sistem zonasi ini salah satunya untuk menghilangkan status sekolah favorit sehingga ada pemerataan. Selain itu siswa yang tinggal di kecamatan A diharapkan sekolah di kecamatan A. Tapi, saya merasakan sosialisasinya masih minim,” kata Ketua PGRI Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Engkas Kasmawinata.

Lantaran, lanjut Engkas, pada kenyataannya memang di sekolah-sekolah yang dianggap favorit itu sarana prasarana atau fasilitas dan guru-gurunya lebih lengkap.

Selain itu, saat ini jumlah calon siswa tidak sedikit yang lebih dekat jaraknya jika bersekolah ke lokasi sekolah di kecamatan tetangganya. “Misalnya calon siswa tinggal di Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Maka sebetulnya lebih dekat sekolah ke SMA atau SMP Ciawi di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor,” katanya menyontohkan.

Terkait dengan sistem skors yang diterapkan pihak sekolah bagi calon murid baru, kata Engkas, hal ini untuk menyesuaikan dengan jumlah kuota bangku yang tersedia di sekolah tersebut. “Memang tidak menutup kemungkinan sekolah menerima calon siswa dari luar kecamatan kalau nilai skornya tinggi,” imbuh Engkas. (cep)