Hallobogor.com,Bogor Selatan – Bogor merupakan salah satu kota yang kaya akan sumber Arkeologis dari berbagai periode budaya, peninggalan-peninggalan tersebut antara lain berasal dari masa pra sejarah hingga ke periode-periode budaya berikutnya.

Seperti masa klasik masa Islam serta dari masa pengaruh Eropa,pesebaran lokasi penemuan peninggalan – peninggalan tersebut hampir tersebar di seluruh wilayah Bogor.

Dari Era prasejarah tinggalan Arkeologi yang sementara dapat sebagai bagian dari keprasejarahan kawasan Bogor, di antaranya berasal dari tradisi budaya yang mulai tumbuh dan berkembang sejak masa bercocok tanam (neolotik), yaitu berupa benda-benda dan bangunan yang berkaitan tradisi atau upacara yang berkaitan dengan pengagungan arwah leluhur yaitu benda-benda dan bangunan yang termasuk dalam kelompok tradisi megalitik.

Adanya Situs Batu Dakon yang berada di kawasan Empang kota Bogor, Batu Dakon yang ini merupakan sebuah batu berjenis andesit dan merupakan tinggalan masa pra sejarah dan pungsinya adalah sebagai media pada upacara ritual masyarakat pra sejarah.

Bentuk Situs Batu Dakon Empang memiliki bentuk unik yang dapat menampung air karena terdapat beberapa lubang cerukan jika dilihat secara kasat mata batu tersebut nampak seperti batu biasa yang terdapat di sungai pada umumnya tetapi ada kenehan dan rahasia yang hingga saat ni belum terungkap,

Rahasia tersebut berada pada lubang batu yang berdiameter kurang lebih 250 cm karena setiap orang yang menghitung lubang tersebut akan berakhir dengan hasil hitungan yang berbeda – beda. Tak hanya pengunjung yang merasa heran sebab keanehan tersebut juga di alami oleh sang Jupel (juru pelihara) Situs Batu Dakon Iwan Wijaya sendiri yang mengaku tidak tahu jumlah pasti lubang pada batu tersebut.

Dulu di sekitar lokasi batu ini permukaan nya tidak datar seperti sekarang tetapi bertebing seperti gunung kecil dan persis di sebelah nya ada pohon kupa dan belimbing, pohon kupanya sudah hilang karena roboh, tinggal pohon belimbingnya saja,dan tempat ini sering kena longsoran tanah makanya dibangun tapi bukan dari pihak Pemda, dulu yang membangun tempat ini dari DENPOM (TNI).

Konon, menurut Iwan, situs batu dakon empang ini ada penunggunya yaitu yang bernama Eyang Adong Pranggong Jaya dan dua anak buahnya. Beliau adalah panglima perang Kerajaan Pakuan Padjajaran dan masih mempunyai hubungan dengan Makam Kramat yang ada di Kebun Raya Bogor, kata pak Iwan.

“Sekitar tahun 1984, dia bermimpi didatangi oleh seorang Panglima Kahuripan bernama Eyang Adong Prangon Jaya dari Kerajaan Padjajaran,” kata Iwan.

Sosok Panglima Eyang Adong tersebut sempat bertanya kepadanya, apakah dirinya ingin mendapat keselamatan? Sambil mengatakan ada persyaratan yang harus disanggupinya. “Saya katakan sanggup,” kata Iwan yang sepertinya berada di alam bawah sadar.

Ternyata, kata Iwan, beliau (Eyang Adong) meminta dirinya disunat untuk disucikan. (Pak Iwan sebelum nya adalah seorang keturunan tionghoa,red) bahkan ia pun mengaku nama Iwan Wijaya adalah nama pemberian dari Eyang Adong Prangon Jaya hingga kini nama itu ia gunakan sampai sekarang.

Beberapa bulan lalu ada beberapa tamu yang datang ke situs batu dakon ini, tapi dari luar kota Bogor dan mereka meminta izin untuk mengambil sedikit tanah yang ada di area situs, alasan nya karena disuruh oleh gurunya (paranormal) entah di pergunakan untuk apa, kata pak Iwan kepada Yan Dipa Dilaga, dari Hallobogor.com..

Lokasi : Situs Batu Dakon, Gang Makam Raden Saleh Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Bogor, Jawa Barat.