Hallobogor.com, Cisarua – Sebanyak 222 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), mulai Senin-Kamis (10-13/4/2017). Namun pihak sekolah menyesalkan pelaksanaan UNBK yang terkesan dipaksakan.

Pasalnya, dari jumlah peserta ujian sebanyak 222 siswa tersebut harus dibagi tiga sesi. Satu sesi diikuti 72 siswa. Ini terpaksa dilakukan lantaran penyediaan perangkat komputer yang tidak mencukupi. Belum lagi penguatan jaringan internet yang tidak stabil hingga penambahan daya listrik yang menjadi tanggung jawab pihak sekolah.

“UNBK yang dilaksanakan pada tahun ini terkesan dipaksakan. Selain kekurangan perangkat komputer, jaringan, dan penambahan biaya listrik, ruang kelas yang digunakan untuk UNBK terpaksa ruangan kelas yang disetting. Selain itu persiapan minim untuk lakukan beberapa kali simulasi kepada para siswa, hanya beberapa bulan saja sebelumnya,” kata Wakil Kepala SMAN 1 Cisarua, Badru Falah, Senin (10/4/2017).

Meski demikian, salah seorang peserta UNBK, Vira Novita, mengaku, merasa sangat senang. “Terasa lebih tertib dan lebih nyaman melaksanakannya. Saya berharap semoga pemerintah lebih meningkatkan lagi untuk semua sarana dan prasananya untuk kelancaran kegiatan UNBK ini,” ucapnya. (wan)