Hallobogor.com, Bogor – Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Ummul Quro Bogor tak hanya sekedar membentuk ekstrakurikuler biasa. Bagi sekolah ini, kegiatan ekskul harus membawa manfaat besar dan memiliki nilai tambah sebagai bentuk dari proses pendidikan siswa. Salah satu ekskul yang penting dan dianggap membawa dampak positif bagi perkembangan murid yaitu memanah. “Olahraga memanah adalah salah satu kegiatan yang dianjurkan nabi, selain berkuda dan berenang,” ungkap Julkarnaen, S.Pd.I, Wakil Kepsek Bidang Kesiswaan di SMPIT Ummul Quro (SMPIT-UQ) Bogor. Pantas saja, SMPIT UQ Bogor memang merupakan salah satu sekolah pelopor ekskul panahan di Bogor.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, tak hanya sekedar ekskul olahraga, panahan memang melatih daya konsentrasi bagi para pelajar. “Ini merupakan olahraga khusus bagi pelajar untuk melatih konsentrasi, fokus dalam kondisi apapun, disiplin sehingga bisa menjalankan kontrol dirinya lebih baik, termasuk melatih sifat rendah hati,” papar Julkarnaen.

Sejalan dengan semangat dan manfaat itu, memasyarakatkan prestasi olahraga memanah dari usia dini juga terus digalakkan oleh para pegiat panahan di Indonesia agar mampu melahirkan bibit baru potensial bagi prestasi panahan di Indonesia. Salah satu event yang mendorong kehadiran para pemanah muda berprestasi itu digelar dalam program “Indonesia Memanah ke-2, Tahun 2015″ di Taman Budaya, Sentul City, pada 19-22 November lalu. Memperebutkan gelar pemanah terbaik untuk usia sekolah, 16 provinsi mengirimkan wakilnya dalam event yang digagas oleh Indonesia Archery Schools Program (INASP).

Di ajang nasional ini, total pemanah yang ambil bagian mencapai 1200 pemanah. Tak mau ketinggalan, SMPIT UQ Bogor juga turut menjadi bagian dari event memanah yang berkelas bagi para pemanah muda ini. Hebatnya lagi, Muhammad Hasan, salah satu siswa asal sekolah tersebut mampu membuktikan prestasinya dengan menyabet medali emas.

Hasan memang berbakat. Dari 300 orang pelajar dan umum di tingkat SD, SMP hingga SMA yang mengikuti lomba itu, Hasan dan 4 orang temannya mampu memperlihatkan kemampuan cukup baik. “Awalnya kami hanya ingin memasyarakatkan olahraga panahan, selain sebagai ajang uji coba bagi siswa-siswi kami yang mengikuti ekskul panahan agar mereka memiliki pengalaman berkompetisi,” jelas Julkarnaen.

SMPIT UQ Bogor memang mengirimkan para pemanah mudanya yaitu Muhammad Hasan, Ahmad Fathan Mafazi, Grelzetcya G.M. Dexsova dan Adhinka Zahra Nur Annisa di nomor Standart. “Saya lolos kualifikasi dari 300 pemanah menjadi 32 orang, terus menjadi 16 orang, hingga menjadi 8 orang dan akhirnya tinggal 4 orang. Di Ronde Aduan ini saya mendapatkan emas,” tutur Hasan, siswa kelas 9D kelahiran Blora 20 Maret 2001 yang merupakan anak kebanggaan dari pasangan Muhammad Fauzi dan Galuh Farida.

Rekan-rekannya tak kalah hebat. Dalam kualifikasi itu, Fathan dan Adhinka berhasil memperoleh 16 besar, sedangkan Dexsova mampu mencapai 8 besar. Secara tim, para pemanah muda ini mampu memperoleh medali perunggu untuk Putra Beregu.

Hasan bertutur bahwa ia dan teamnya menghadapi tantangan yang tidak mudah. “Kita benar-benar harus siap mental, berhadapan dengan kondisi cuaca dan tantangan pertandingan. Disana kami benar-benar dilatih untuk terbiasa dalam ketelitian dan fokus saat membidik,” cerita Hasan yang bercita-cita ingin menjadi dokter itu. “Sejak ikut ekskul panahan, saya sekarang bisa lebih fokus,” tambahnya.

Sementara pelatih ekskul panahan, Tiara Putri memaparkan, untuk mengembangkan kemampuan peserta didiknya ia harus mengetahui karakter masing-masing anak asuhnya. “Kita harus terbiasa dan tahu karakter mereka. Jadi harus ada pendekatan dan kesabaran,” ujar Tiara. Karenanya, Tiara tak hanya sekedar memberi latihan fisik secara rutin, tetapi juga membentuk karakter agar anak asuhnya memiliki kesabaran dan mentalitas yang baik sebagai salah satu modal berkompetisi dan berprestasi.

Pemanah Kota Bogor yang pernah menyumbangkan medali perunggu dalam Popnas 2013 ini juga berusaha memberi pengalaman dan latihan yang terbaik bagi para pelajar SMPIT UQ Bogor, mengingat peminat ekskul ini cukup besar di lingkungan sekolah tersebut. Sebab itu pula SMPIT UQ Bogor menjadi salah satu gudang prestasi olahraga panahan. Selain prestasi terbaru di Indonesia Memanah 2015, berbagai prestasi panahan juga diraih sekolah ini dalam Kejuaraan Nasional Ganesha Open di Bandung tahun 2015 sebagai Juara 1 dan Juara 3 Klasifikasi dalam Darbi Indoor Archery Championship 2014 di Depok yang merupakan event bagi para pemanah muda yang digelar Indonesia Archery School Program (INASP) bekerjasama dengan Yayasan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Abidin Depok. (er/dan)