Hallobogor.com, Bogor – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 dalam pasal 181 huruf a menyebutkan bahwa penyelenggara dan tenaga pendidik, baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, perlengkapan pelajaran, bahan pelajaran, serta pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan.

Tapi fakta di lapangan, aturan tersebut masih banyak yang menyiasatinya di antaranya dengan modus menjual buku pelajaran/seragam sekolah di luar lingkungan sekolah di toko yang terdekat dengan sekolah.

Hal ini seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Siswa bisa membeli buku Lembar kerja siswa (LKS) di warung yang berdekatan dengan lingkungan sekolah.



Menurut Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kecamatan Cigombong, Ahmad Yani, hal tersebut tidaklah menjadi persoalan, selama sekolah tidak menjualnya. “Tidak ada larangan belanja bagi siap pun juga, selama belanjanya di tempat perbelanjaan,” ungkapnya.

Yang tidak diperbolehkan, lanjutnya, adalah jika sekolah yang menjual LKS langsung kepada siswa. “Yang tidak boleh itu, kalau sekolah yang jualannya,” pungkasnya. (wan)