Hallobogor.com, Bogor – Sejumlah partai politik (parpol) di Kota Bogor sudah memunculkan nama-nama yang bakal dijadikan calon wali kota. Bahkan beberapa parpol sudah instens membangun komunikasi politik dan sepakat untuk berkoalisi menghadapi Pilkada 2018 mendatang.

Sementara Partai Demokrat nampaknya masih terus melihat-lihat dan belum menyatakan sikap. Baik calon wali kota pilihannya maupun soal koalisi.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Syariefudin Hasan atau yang biasa disapa Syarief Hasan, mengakui, memang di internal Demokrat sendiri soal Pilwakot Bogor ini sudah banyak dibicarakan. “Masih lama, 2018. Kalau bicara-bicara sih banyak tentang Pilwakot. Kita lihat saja nanti,” katanya yang ditemui di Sekolah Alam Katulampa, Kota Bogor, Kamis (2/2/2017).

Pun demikian, Partai Demokrat belum menentukan langkah soal cara atau mekanisme partai dalam menjaring calonnya, dari internal atau eksternal, atau kombinasi dari keduanya. “Banyak pertimbangan. Apakah survei akan dilakukan atau tidak. Soal calon juga, segala kemungkinan banyak. Bisa dari dalam, bisa dari luar, bisa kombinasi. Kita lihat maunya rakyat apa dan bagaimana. Tergantung masyarakat yang menentukan,” jelasnya.

Syarief Hasan yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat asal Daerah Pemilihan Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini, juga menyinggung posisi dan sepak terjang kader Partai Demokrat Usmar Hariman yang saat ini menjadi Wakil Wali Kota Bogor berpasangan dengan Bima Arya sebagai Wali Kota dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Jadi masih akankah dipasangkan pada Pilkada 2018? “Wali kota dan wakilnya itu kan dwi tunggal. Dua-duanya saling mendukung. Jadi, prestasi itu adalah prestasi bersama. Wali kota tidak akan sukses tanpa ada wakil wali kota. Juga tidak akan bagus kalau tidak ada wali kota,” ungkapnya sarat makna. (cep)