Hallobogor.com, Leuwiliang – Menindaklanjuti peristiwa yang merenggut nyawa pasien RSUD Leuwiliang, Muhammad Rafli (10 tahun), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) akan mendampingi keluarga korban untuk melakukan gugatan ke pihak RSUD Leuwiliang.

Seperti diberitakan, anak dari pasangan keluarga miskin Epni Saepul dan Ami, warga Kampung Suka Asih, RT 03/03, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor ini, meninggal akibat diduga mendapatkan pelayanan buruk dari pihak RSUD Leuwiliang.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Ketua SRMI, Ruhiyat Sujana, menegaskan, pihaknya yang selama ini memang konsen melakukan pembelaan terhadap rakyat tidak mampu, dalam waktu dekat ini akan segera melakukan pendampingan kepada keluarga korban untuk menuntut pertanggungjawaban RSUD Leuwiliang.

“Kami berencana akan melakukan pendampingan kepada pihak keluarga korban untuk menggugat pihak rumah sakit agar mempertanggungjawabkan kejadian tersebut. Ini soal nyawa si miskin yang tidak ada harganya di mata RS Leuwiliang,” kata Ruhiyat, Jumat (8/4/2016).

Ruhiyat mengungkapkan, pengaduan akan pelayanan buruk Rumah Sakit sepertinya bukan hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya banyak warga miskin lainnya yang tidak berdaya dengan polosnya mengadu mendapat perlakuan kasar dari petugas medis.

“Ini fakta bahwa pelayanan tidak manusiawi sering terjadi di RSUD Leuwiliang. Dari banyaknya pengaduan, umumnya mereka sulit menuntut hak karena perlakuan kasar tadi. Apalagi yang menimpa keluarga korban Rafli yang tak bisa berbuat apa-ketika nyawa harus melayang dengan percuma, saya mengecam keras perlakuan mereka (RSUD Leuwiliang, res),” ujarnya dengan nada geram.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut nyawa manusia.”Saya akan bantu mencarikan teman-teman LBH agar bisa membantu dan mengawal keluarga pasien yang berduka saat ini. Kejadian ini harus menjadi perhatian berbagai pihak. Termasuk pihak RSUD dan Bupati Bogor,” tutupnya. (eco)