Hallobogor.com, Bogor – Mantan Direktur Penindakan Kejaksaan Agung Chairul Imam menilai dipilihnya ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Joko Widodo pada Kabinet Indonesia Maju sebagai kejutan karena namanya tidak disebut-sebut dalam bursa calon menteri.

“Selama beberapa hari terakhir, sejumlah nama bermunculan di media sebagai calon menteri, tapi nama Pak Burhanuddin tidak muncul,” kata Chairul Imam melalui telepon selulernya, Rabu (23/10/2019).

Menurut Imam, dirinya baru tahu kalau Burhanuddin akan diumumkan jadi Jaksa Agung hanya sekitar 15 menit sebelum pengumumam, setelah Burhan tampak di layar televisi hadir di Istana. “Ini kejutan bagi kami, keluarga besar Adhyaksa.”



Imam sebelumnya sempat menduga kalau Jaksa Agung pengganti M Prasetyo akan diumumkan kemudian setelah pengumuman Menteri Kabinet.

“Namun, setelah melihat tayangan di televisi menjelang pengumuman Menteri Kabinet ada Pak Burhan, saya menduga kuat beliau akan diumumkan jadi Jaksa Agung,” katanya.

Mantan Komisioner Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) ini menegaskan, Burhanuddin adalah orang dalam Kejaksaan Agung. Jabatan terakhirnya di Kejaksaan Agung adalah Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) pada 2012-2014.

Burhanuddin setelah pensiun sebagai jaksa, kemudian menduduki jabatan sebagai Komisaris Utama PT Hutama Karya, sebuah BUMN di bidang konstruksi.

“Pak Burhan itu orang dalam Kejaksaan sehingga dia sangat paham personil dan kultur di Kejaksaan. Karena itu, Pak Burhan bisa langsung ‘tancap gas’ menjalankan tugasnya sebagai Jaksa Agung,” katanya.

Kelebihan lainnya, kata Imam, Burhanuddin yang berkarir sebagai jaksa sejak 1984 sudah menduduki sejumlah jabatan pada struktural kejaksaan mulai dari Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Kejaksaan Tinggi, Direktur, Inspektur, hingga Jaksa Agung Muda. “Pak Burhan adalah pribadi yang santun dan selalu menjaga silaturrahmi.”

Imam dan keluarga Adhyaksa berharap, Burhanuddin sebagai Jaksa Agung dapat bersikap lebih berani dan tegas dalam menegakkan keadilan. “Jaksa Agung harus lebih berani menjadi fighter,” katanya, seperti dikutip Indonesiaraya.co.id. (fik)