Hallobogor.com, Bogor – Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Tommy Kurniawan mengunjungi Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor untuk menghadiri peluncuran program 1.000 wirausaha milenial, yang digagas oleh Yayasan At-Tawassuth.

“Peluncuran program wirausaha milenial itu adalah rangkaian Refleksi Hari Pahlawan Nasional 2018 pada hari Minggu (11/11/2018) lalu,” kata Ahmad Fahir, Ketua Yayasan At-Tawassuth Bogor di Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018).

Ia mengatakan peluncuran program 1.000 wirausaha milenial itu adalah untuk mendorong kebangkitan wirausaha muda dengan memanfaatkan media sosial, guna memperkuat potensi ekonomi dan kerajinan lokal Bogor.

Dikemukakannya, Desa Bojong memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan andalan untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat, antara lain sektor pertanian yang menjadi tumpuan pencarian mayoritas warga, kerajinan tangan hingga kuliner khas seperti “oncom hideung”, “deblo” dan “dage bojong”.

Selain itu, potensi ekonomi kreatif pemuda juga dapat dikembangkan, seperti pembuatan buket, yang digandrungi oleh generasi milenial.

“Kami melihat ada peluang besar yang dapat dikelola dari ketergantungan masyarakat pada media sosial, yakni dengan berwirausaha secara ‘online’ baik untuk kalangan muda maupun tua. Karenanya, kami gagas pengembangan 1.000 wirausaha milenial, guna membangkitan potensi ekonomi lokal,” kata Fahir, yang juga pendiri Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Selain menggelar pelatihan di Desa Bojong, Yayasan At-Tawassuth sedang menyiapkan kegiatan serupa di desa-desa lain di wilayah Kecamatan Kemang, Rancabungur, Ciseeng, Parung dan Bojong Gede.

Kepala Desa Bojong, Asep Saefudin mengatakan, kehadiran Staf Khusus Menpora, Tommy Kurniawan ke desanya diharapkan dapat membawa dampak positif guna menggeliatkan kembali kerajinan dan kuliner khas Bojong.

“Saat ini berusaha lewat ‘online’ sudah menjadi tren. Dengan hadirnya ‘Kang Tomkur’ yang juga publik figur, kita berharap potensi kerajinan dan kuliner khas Desa Bojong dapat dipasarkan lebih luas untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” kata Asep.

Selama berada di Desa Bojong, Tomkur — panggilan karib Tommy Kurniawan juga mengunjungi sejumlah lokasi, yakni workshop otomotif milik RT Dalung, yang notabene sebagai binaan Kemenpora di Kampung Bojong Hilir, RW10.

Selain itu, juga melihat pusat kerajinan pelipatan kasa dan klinik Yayasan At-Tawassuth di Kampung Bojong Hilir RW9.

Kemudian, juga berkesempatan menyambangi Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin di Kampung Bojong Kaum, RW2, dan melihat kerajinan pembuatan kuliner rengginang di RW2, dan menyampaikan materi pada pelatihan wirausaha milenial di Kampung Sawah, RW 06.

Kunjungan Tomkur ke sejumlah lokasi di Desa Bojong, selalu disambut riuh ratusan warga setempat, yang didominasi kaum ibu.

Posisinya sebagai artis dan publik figur menjadi daya tarik bagi warga Bojong untuk melihat dari dekat sosok yang kini tengah maju sebagai caleg PKB DPR RI dari Dapil Jabar V Kabupaten Bogor.

Tommy Kurniawan menyatakan pelatihan wirausaha milenial yang digagas Yayasan At-Tawassuth sebagai ikhtiar nyata dalam membangkitkan minat wirausaha di kalangan generasi muda.

“Wirausaha dapat dikembangkan dengan modal ‘skill’ dan ‘network’ yang dimiliki. Kemudahan akses informasi dan komunikasi secara ‘online’ harus bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi usaha,” katanya.

Ia yakin bila generasi muda makin banyak yang terjun ke wirausaha, perekonomian masyarakat akan bangkit, baik pada level daerah maupun nasional.

“Rasio wirausaha kita dengan jumlah penduduk masih sangat timpang. Kita harus terus mendorong pertumbuhan jumlah wirausaha, agar perekonomian nasional makin kuat dan kokoh,” demikian Tommy Kurniawan. (and)