Hallobogor.com, Bogor – Suhu politik meningkat menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Bogor untuk memilih wali kota dan wakil wali kota pada 2018 mendatang. Namun dengan Gerakan Tanam Pohon (GTP), suhu politik ini pun sedikit mencair. 

Pasalnya, aksi GTP yang salah satu inisiatornya Sekjen Partai Golkar Kota Bogor Heri Cahyono ini, kerap dihadiri para politisi terutama mereka yang duduk di kursi DPRD Kota Bogor. 

Pada aksi GTP di Kantor Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Minggu pagi (16/4/2017) misalnya, hampir semua anggota DPRD dari semua fraksi ikut hadir. Di antaranya Golkar, PDIP, Partai Demokrat, PAN, Gerindra, dan Nasdem. 

Ketua DPRD Kota Bogor, Untung W. Maryono bahkan secara terbuka mengemukakan keterkaitan antara politik dengan GTP. “Suhu politik mencair di GTP. Jadi warna kaosnya juga berbeda-beda. Kuning, oranye, hitam, putih. Besok-besok warnanya merah, hijau, biru,” tukasnya disambut tertawa hadirin peserta GTP termasuk pentolan Partai Golkar Agung Laksono maupun Wakil Wali Kota Bogor asal Partai Demokrat Usmar Hariman. 

Untung W. Maryono yang juga politisi PDIP ini juga tak sungkan menyinggung modal perolehan suara baik dirinya maupun Usmar Hariman. “Saya kan punya suara 98 ribu. Pak Usmar dulu 40 ribu. Tinggal nambahin aja. Dengan ikut terus GTP insha Allah bisa jelang,” 

Usmar sendiri tak menampik jika GTP seolah simbol kekuatan politik tersendiri. “Kekuatan GTP adalah kekuatan DPRD kecil di Kota Bogor. Namun kalau bicara soal Pilkada, Demokrat saat ini masih berkabung sepeninggalnya Ketua Demokrat alm. Adhi Dalu Putra. Masa berkabung itu menurut DPP 30 hari, jadi tunggu kira-kira 10 hari lagi lah,” bebernya. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Agung Laksono juga tak menyangkal jika ada pihak-pihak yang mengaitkan GTP dengan politik. “Dengan adanya GTP komunikasi politik lebih mudah. GTP selalu dihadiri tokoh-tokoh politik. Jauh lebih baik daripada Ibu Kota yang tegang terus,” ungkapnya. (cep