Hallobogor.com, Bogor – Kali ini Kota Bogor siap melahirkan ikon baru pelajar muslimah milenial yang berprestasi. Syifa Nurfadilatussani, gadis kelahiran Bogor, 4 Juli 2000 ini dinilai sebagai pelajar yang memiliki keunggulan di bidang keagamaan, pengetahuan, kecantikan dan sekaligus punya bakat yang keren.

Tak hanya cerdas dan cantik, Syifa mempunyai suara emas yang lembut dan menjiwai ketika membawakan lagu-lagu reliji. Ia pun dinilai pantas jika ia dijadikan ikon pelajar muslimah yang berprestasi.

Dalam kompetisi Duta Pelajar Putri NU, Syifa yang pernah mengenyam pendidikan dan mengabdi di Pesantren Daarul Uluum, Kota Bogor ini memang dikenal sebagai putri yang pandai, kreatif, dan selalu memiliki semangat inovatif. “Ilmu yang kita miliki harus diamalkan secara maksimal, agar memberi manfaat yang sebesar-besarnya. Semakin banyak ilmu, semakin harus mampu memberi manfaat,” ungkap anak kedua dari Ali Sofiyan dan Siti Fatimah ini.



Persiapan Syifa mengikuti kompetisi ini memang cukup singkat. Meski begitu, ia mendapat dukungan besar dari sesama pengurus Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Bogor, termasuk keluarga dan lingkungan Pondok Pesantren Daarul Uluum Kota Bogor.

“Modal utama yang harus saya miliki adalah percaya diri, karena dalam kompetisi ini kita membutuhkan keberanian untuk tampil. Tapi juga jangan sampai kita kehilangan jati diri sebagai pelajar muslimah yang mampu menjawab tantangan di zaman kekinian,” tutur Syifa.

Kepala MA Pesantren Daarul Uluum, H Hasbulloh menilai sudah saatnya Kota Bogor turut fokus melahirkan generasi muda yang berkualitas, baik dalam keagamaan, pengetahuan maupun pengembangan potensi yang dimilikinya. “Kota Bogor tidak boleh tinggal diam, semua pihak harus mendorong secara penuh upaya-upaya bersama dalam menciptakan generasi yang Islami dan pantas dijadikan ikon dalam dunia pendidikan,” tegasnya.

Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Barat tahun ini memang pertama kali menggelar kegiatan pemilihan Duta Pelajar Putri NU. Kegiatan duta ini bertujuan untuk membangun rasa percaya diri, menggali potensi yang dimiliki kader serta untuk membentuk kader IPPNU yang cerdas dan berakhlak baik.

“Kegitan ini merupakan bagian dari program yang dihadirkan oleh PW IPPNU Jawa Barat untuk para kader dan anggota IPPNU Se-Jabar dalam mengeksplorasi keunggulan yang dimilikinya sesuai dengan bidang yang diminatinya,” ungkap Ketua Panitia, Siti Latifah di Sekretariat PW IPPPNU Jabar.

Ia menjelaskan, bahwa ada tiga tahapan dalam proses pemilihan duta yang baru pertama kali digelar ini. Pertama, tahap seleksi dengan mengirimkan video perkenalan, alasan mengikuti kegiatan serta arti IPPNU menurut versi masing-masing, tahapan seleski ini sudah digelar pekan lalu.

Tahapan selanjutnya yakni karantina, dalam tahapan ini hanya diikuti oleh para finalis terbaik perwakilan kota/kabupaten se Jawa Barat. Pada tahapan karantina ini para finalis akan diberikan materi dan dibekali pelatihan dengan bimbingan narasumber handal dan kredibel sesuai dengan bidangnya.

“Selanjutnya para finalis akan menunjukkan bakatnya dan hasil pelatihan pada acara puncak dengan diberikan pertanyaan oleh para panelis yang sudah kita siapkan, adapun kegiatan puncak Insyaallah akan digelar di Aula PWNU Jawa Barat,” jelas Latifah.

Tahapan terakhir itu akan berlangsung pada 21 hingga 24 November 2019 di Bandung. Puncaknya merupakan acara penganugerahan dengan menampilkan bakat yang dimiliki oleh masing-masing finalis, termasuk Syifa Nurfadilatussani dari Kota Bogor yang akan bersaing dengan 25 finalis asal Kota dan Kabupaten di Jawa Barat. (dns)