Hallobogor.com, Bogor – DPP Partai Bulan Bintang (PBB) tidak mengeluarkan Surat Keputusan (SK) rekomendasi untuk mengusung Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Bogor pada Pilkada 2018. DPP membebaskan kepada DPC PBB Kota Bogor untuk mendukung paslon manapun.

Ketua DPC PBB Kota Bogor, Subhan Murtadla, mengemukakan, berdasarkan surat DPP PBB nomor : A-535/DPP-Sek/02/1439 tanggal 21 Rabiul Akhir 1439 H/08 Januari 2018, untuk Pilkada Kota Bogor DPP tidak mencalonkan siapapun dan memberikan kebebasan kepada pengurus dan anggota PBB Kota Bogor menentukan pilihan sendiri sesuai hati nurani.

Menyikapi surat dari DPP itu, kata Subhan, DPC PBB Kota Bogor lantas menggelar rapat koordinasi dengan 6 Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC), yakni DPAC PBB Tanah Sareal, DPAC Bogor Barat, DPAC Bogor Selatan, DPAC Bogor Utara, DPAC Bogor Tengah, dan DPAC Bogor Timur, serta 4 Badan Otonom PBB yakni Pemuda Bulan Bintang, Muslimat Bulan Bintang, Brigade Hizbullah Bulan Bintang, dan BSM Bulan Bintang.

“Rapat koordinasi menghasilkan, pertama, pengurus DPC, 6  DPAC dan 4 Badan Otonom PBB Kota Bogor mendukung pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto – Dedie A Rachim Periode 2018-2023 dan bersedia menjadi Tim Pemenangan pasangan tersebut,” kata Subhan.

Jadi, sambung Subhan, DPC PBB Kota melaksanakan apa yang diperintahkan DPP dengan tidak menjadi partai pengusung dalam Pilkada Kota Bogor, karena kalau menjadi pengusung merupakan hak konstitusi DPP dengan mengeluarkan surat rekomendasi. 

“Akan tetapi DPP memberikan ruang kepada pengurus dan anggota partai untuk menentukan dukungan sesuai hasil musyawarah dan kesepakatan kader PBB. Jadi kalau bicara dukungan merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Saya kira UU mengatur itu. Dalam konteks politik Islam, tidak ada yang namanya netral keberpihakan, dukungan dan pilihan merupakan bentuk sikap politik Islam,” papar Subhan. (dns)