Hallobogor.com, Bogor – Infrastruktur wilayah di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, masih memerlukan perbaikan. Salah satunya di Kampung Legok Nyenang RT 01/02 Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua. Infrastruktur jalan di daerah ini perlu perbaikan dan rawan longsor.

Setengah badan jalan di Kampung Legok Nyenang sudah tergerus longsor setinggi 30 meter dengan panjang sekitar 25 meter. Kendati demikian, sampai saat ini belum juga diperbaiki.

“Ini jalan longsor begini sejak tahun 2013, tapi yang terparah memang pas kemarin sebelum puasa kalau di lihat dari bawah sana jalan ini sudah mengganting ngeri terputus,” ungkap warga sekitar, Abas (40).

Abas mengatakan, sudah banyak pihak yang datang, bahkan acapkali melakukan pengukuran dan pemotoan. “Sampai sekarang belum juga diperbaiki, padahal sudah sering disurvei. Kondisi jalannya sangat memprihatinkan, seharusnya segera diperbaiki,” harapnya.

Kepala Desa Leuwimalang, Yayan Nuryana, menegaskan, sudah sering jalan tersebut diajukan dalam setiap muyawarah rencana pembangunan (Musrenbang), namun sampai kini masih juga belum ada perbaikan.

“Jika dibiayai oleh desa melalui Dana desa (DD), saya rasa anggarannya tidak akan cukup, karena memang kerusakannya cukup parah. Jalan itu berada tepat di pinggir sungai Ciliwung, jadi ada kemungkinan longsor itu karena kikisan air sungai,” ujarnya.

Pengamat jalan dan Jembatan UPT Infrastruktur Ciawi, Wilayah Cisarua, Suhendar Yanto, menuturkan, jalan tersebut adalah berstatus jalan desa Leuwimalang dan bukan jalan milik kabupaten. “Itu jalan desa,” pungkasnya. (wan)