Hallobogor.com, Bogor – Menyambut hari organik sedunia, Hotel Aston Sentul Lake di kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor, menggelar “Organic Your September”, Sabtu (1/9/2018). Melalui acara ini, jajaran manajemen Aston Hotel Sentul mengajak puluhan awak media untuk memanen tanaman hidroponik, lomba memasak dengan hasil panen hidroponik, dan makan siang bersama dengan sajian menu sayuran hidroponik.

General Manager Aston Hotel Sentul, Albert Siregar melalui Director of Sales & Marketing Yayan Suryana, mengatakan, melalui acara tersebut pihaknya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada sesuatu yang berbeda dan lebih spesifik di Aston Hotel Sentul.

“Sentul area activity ini kan lebih cenderung ke family, kalau weekend banyak bingung. Maka kami coba perkenalkan cara menanam dan panen tanaman sayuran hidroponik. Hidroponik ini sesuatu yang baru di hotel. Bisa dikatakan Aston Sentul adalah hotel pertama yang melakukan. Selain iru kami juga punya satu aktivitas lain yang bersangkutan dengan alam, antara lain, penangkaran jangkrik dan jenia hewan lainnya,” paparnya.

Sementara ini, kata Yayan, beberapa menu hasil pertanian hidroponik sudah masuk ke dapur Aston. Namun belum mencukupi untuk kebutuhan ribuan tamu. “Jadi tamu hotel Aston Sentul sekarang bisa mendapatkan edukasi lebih tentang hidroponik,” ujarnya.

Leiser Hotel Aston Sentul, Abdul Hakim, menambahkan, pertanian sistem hidroponik memiliki keunggulan dibandingkan pertanian konvensional. Karena berbiaya murah dan modal terbesarnya hanyalah media pipa paralon.

Bercocok tanam hidroponik juga cukup mudah dan tidak memakan ruang. Bisa digantung di dinding atau di atap rumah.

Menanam sayuran hidroponik juga tidak membuat kotor sebab sama sekali tidak butuh tanah. Hanya butuh air dan busa untuk menyimpan biji yang ditanam.

“Pupuknya juga organik. Bisa bikin sendiri dalam bentuk cairan. Tanaman hidroponik ini jangan terlalu kena sinar matahari langsung maka bisa diproteksi dengan atap bening,” katanya.

Sekadar informasi, hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas, daerah perkotaan yang minim lahan, dan pada musim kemarau. (cep)