Hallobogor.com, Megamendung – Batas wilayah beberapa desa antara Kecamatan Megamendung dan Cisarua Kabupaten Bogor masih belum jelas. Beberapa desa masih terus berebut batas wilayah sejak tahun 1997.

Desa-desa yang tengah berebut tapal batas itu, yakni Desa Sukakarya Kecamatan Megamendung dengan Desa Kopo Kecamatan Cisarua. Lantas Desa Citeko Kecamatan Cisarua bersengketa dengan Desa Kuta kecamatan Megamendung.

Bidang lahan yang disengketakan antara Desa Kopo dengan Desa Surakarya, yaitu lahan seluas 80 hektar yang dikuasai Yayasan Al Latif. Sementara untuk Desa Citeko dan Desa Kuta adalah lahan seluas 25 hektar yang terletak di Blok Cicapit.

Belum lama ini, DPMPD Kabupaten Bogor telah mengundang para Kepala Desa bersangkutan untuk hadir di kawasan Hambalang guna meneken nota kepakatan. Namun upaya masih buntu karena Kades Citeko dan Kades Sukakarya absen.

“Kami yang hadir tidak bisa melakukan tanda tangan secara sepihak. Karena, dalam kesempatan tersebut Kades Surakakarya tidak hadir. Dengan demikian, penyelesaian sengketa tapal batas Desa Kopo dengan Desa Sukakarya belum bisa terselesaikan,” ujar Kades Kopo, Agus Sahrudin.

Sementara itu, Kades Kuta, HM. Falahudin, mengaku akan segera melakukan kordinasi dengan kades Citeko, Ridwan. “Bagaimana pun permasalahan tapal batas desa harus diselesaikan. Karena, dengan selesainya tapal batas, akan menghasilkan suatu ketetapan terhadap hukum dan ketenangan bagi wilayah,” tuturnya. (dang)