Hallobogor.com, Bogor– Santernya masalah peredaran telor yang tidak layak jual, membuat Walikota Bogor Bima Arya melakukan kunjungan ke kantor Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Jl.Dadali No.4 Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (15/6/16).

Dalam peninjauannya, Bima Arya didampingi sang Istri Yane Sugiarto berkomunikasi langsung dengan Achsin Prasetyo beserta jajaranya terkait maraknya peredaran telor tidak layak jual di pasaran. Dalam hal ini Bima Arya menyampaikan, bahwa dalam bulan suci Ramadhan ini, isu yang sekarang sedang santer adalah beredarnya telor yang tidak layak jual. Untuk itu perlu adanya perhatian khusus karena produsennya tidak hanya dari Bogor saja tapi juga dari luar Kota Bogor.

Saya meminta Disperindag untuk terus memantau telur busuk yang beberapa waktu lalu ditemukan. Karena ternyata produsen telur busuk tersebut berlokasi di Kabupaten Bogor yang ditengarai dipasok kepada tukang bakso. Saya minta dinas terkait berkoordinasi dengan pihak Distani kabupaten dan juga dari Dinkes. Apabila ditemukan barang yang tidak layak jual jangan sampai ini terdistribusikan”, kata Bima.

Bima melanjutkan, hasil sidak pasar Bogor pada Senin, 13 Juni 2016 lalu naik dan turunnya harga dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya pola konsumsi masyarakat yang berubah, gagal atau suksesnya panen, dan pemerataan distribusi pasokan.

“untuk itu nanti kita akan membuat aplikasi pemantau harga sembako. Tujuannya agar bisa mengecek kebutuhan pokok secara periodik. Mulai dari harga sembako, stok komoditi, hingga distribusinya. Ketika nanti sudah ada aplikasi pemantau harga, saya bisa langsung mengetahui perkembangan harga dipasaran dan bisa langsung berkordinasi,” jelas Bima.

Aplikasi ini nanti akan dibuat Kantor Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bogor yang dikordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor, sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Bogor Mangahit Sinaga mengatakan data dasar yang diperlukan sudah ada yakni harga, distribusi, ketersedian stok hingga informasi sentral sumber sembako. Laporan di aplikasi tersebut nantinya akan di-update setiap seminggu sekali.

“Disperindag menyediakan data, Kominfo yang buat aplikasi. Dan untuk stok sembako di Kota Bogor aman terkendali sampai lebaran nanti,” pungkas Sinaga. (dns/ndy)