Hallobogor.com, Bogor – Penyelidikan Hak Angket terhadap Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman terus digenjot Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Bogor. Kajian demi kajian disertai pengumpulan data dan fakta pun terus didalami.

Bahkan tim Angket kini tengah sibuk melakukan koordinasi dan konsultasi baik dengan Lembaga Kajian Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), Inspektorat juga Kementrian Aparatur Negara, guna meminta beberapa pandangan terkait penyalahgunaan kewenangan Wakil Kepala Daerah.

“Menurut pandangan mereka (LKPP), seharusnya tidak ada disposisi dari Kepala Daerah soal penyalahgunaan terkait dugaan intervensi. Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 dan Undang-Undang nomor 30 tahun 2015 jelas mengatakan, bahwa tugas dan fungsi Wakil Kepala Daerah hanya membantu Kepala Daerahnya,”jelas Ketua Angket Zaenul Mutaqin.



Sementara itu, penyalahgunaan wewenang yang melibatkan Perusahaan kontruksi atas nama CV Artha Liena, Pantia Angket akan kembali memanggil pihaknya, agar tidak menghambat penyelidikan.

“Kita akan kembali memanggil salah satu perusahaan kontruksi atas nama CV Artha Liena, yang selama ini tidak kooperatif.
Namun jika pemanggilan masih tetap mangkir, kita akan minta pihak dari kepolisian untuk menghadirkan CV Artha Liena secara paksa,”ujarnya. (Dani)