Hallobogor.com, Bogor – Panitia Angket DPRD Kota Bogor yang bertugas menyelidiki perkara Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman soal dugaan penyalahgunaan wewenang lelang Unit Layanan Pengadaan (ULP) akhirnya memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat.

Pemanggilan Sekda, untuk melengkapi data dan keterangan sebagai bahan kesimpulan hasil angket yang akan diumumkan dalam rapat Banmus tim angket pada 9 November mendatang.

“Tujuan Sekda kami panggil untuk menggali keterangan dan memperkuat hasil kesimpulan pada saat rapat banmus nanti,” kata Ketua tim Panitia Angket DPRD, Zenul Mutaqin

Lebih jelas Jenul mengatakan, pemanggilan ini juga berkaitan dengan prosedur dan birokrasi, karena Sekda adalah pimpinan dari seluruh SKPD terkait, termasuk ULP dan Dalprog. “Jadi kita minta keterangan terkait prosedur administrasi, dan alhamdulilah sudah beliau jawab dengan jelas,” kata Zenul kepada Wartawan di ruang rapat II DPRD, Rabu (4/11).

Berkaitan dengan waktu berakhirnya tugas tim angket DPRD dalam penanganan proses penyelidikan, pada kesimpulan nanti dirapat banmus 15 anggota tim angket siap untuk mengumumkan hasilnya, sesuai data yang dimiliki yang sudah mencapai hampir 90 persen. “Tim angket sudah siap untuk mengimumkan hasil proses penyelidikan, sesuai data dan bukti. Rencana sampai tanggal delapan kami akan terus menggodok kesimpulan sehingga pas waktunya sudah dapat disampaikan kepada pimpinan DPRD,” jelasnya.

Sementara Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menyampaikan, terkait pemanggilan oleh tim angket, pihaknya sangat menghormati. Sesuai tupoksinya, Ade Sarip juga memberi beberapa keterangan terkait surat disposisi Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman. “Persoalan disposisi Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman tanggal 19 Maret lalu. Saya kira sah-sah saja, karena sepanjang itu untuk meluruskan permasalahan dan mengamankan sistem tak jadi masalah,” ujarnya.

Disposisi dilakukan Usmar Harimar saat itu, karena mewakili Walikota Bogor Bima Arya, “selama Walikota itu tidak ada, ya yang mewakili itu adalah Wakilnya. Jadi saya rasa sah-sah saja,” kata Ade.

Ketika ditanya apakah sebelumnya sudah dilakukan komunikasi antara Walikota dengan Wakil Walikota Bogor waktu itu, Ade menjawab tidak tahu. “Kalau soal itu saya gak tahu, apakah sudah ada komunikasi atau belumnya,” pungkasnya. (dani)