Hallobogor.com.com, Cigombong – Dugaan pelanggaran terjadi di pengerjaan rehabilitasi tiga ruang kelas baru (RKB) SDN 01 Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Sebab, pelaksana proyek yang bersumber dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu, secara sengaja sudah mencopot papan plang nama kegiatan tersebut.

Asep, warga Cigombong menuding pihak pelaksana sudah melakukan pelanggaran. Karena, sudah mencopot papan plang proyek sebelum pelaksanaan rehab selesai dikerjakan.

“Sebelum selesai pengerjaan, harusnya jangan dulu dicopot papan plang proyek tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, setiap kegiatan pembangunan yang bersumber dana dari pemerintah, pihak pelaksana seharusnya transparan dengan terus memasang papan plang nama proyek. Dan itu sampai terjadinya serah terima kunci antara pihak sekolah dengan pemborong.

“Sekarang kan sudah ada Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), jadi wajib pelaksana proyek pemerintah transparan dalam hal apapun, termasuk anggaran,” papar Asep.

Salah seorang pekerja yang saat itu sedang mencat tembok ruang kelas membenarkan jika papan plang nama proyek sudah tidak dipasang.

“Tidak ada papan plang nya. Karena sudah di copot,” terangnya.

Ia pun menjelaskan, sebanyak 4 ruang yang saat ini dilakukan rehab, yakni 3 ruang kelas, 1 ruang guru.

“Anggarannya saya tidak tahu. Saya hanya kerja disini,” akunya.

Sementara, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 01 Cigombong, Ahmad Yani maupun pihak pelaksana, belum memberikan keterangan apapun. Saat ditemui di sekolah, keduanya sedang tidak berada di tempat. (ris)