Hallobogor.com, Bogor – Ada pemandangan menarik di tengah kegiatan rapat pleno pengundian nomor urut pasangan calon bupati/wakil bupati Bogor yang diselenggarakan KPU di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa (13/2/2018). Ratusan massa pendukung masing-masing paslon mengawal dan meneriakkan yel-yel untuk para jagoannya di luar gedung. 

Di antara sekian massa, tiga pemuda rela mencukur rambutnya hingga botak hingga mampu mencuri perhatian hadirin. Mereka menamakan diri sebagai ‘RAJA’ singkatan dari Relawan Jaro Ade.

Ketua Raja Imam Wijaya mengatakan bahwa tiga orang yang botak itu adalah simbol militansi. Mereka sengaja membotakkan diri untuk menunjukkan militansi terhadap pasangan Jaro Ade dan Ingrid Kansil.

“Yang dibotakin ini sengaja dicukur tadi pagi untuk menunjukkan militansi bahwa mereka siap berjuang mengorbankan apapun untuk memenangkan Jaro Ade-Ingrid Kansil,” bebernya.

Imam pun membeberkan sebanyak 15 mobil dari 7 kecamatan relawan RAJA didatangkan untuk mengawal pengundian nomor urut. Mereka akan melakukan orasi dan meneriakkan yel-yel kemenangan di halaman Pemda.

Saat ditemui, salah satu relawan yang melakukan aksi ‘Botak’ Endang Rukmana mengaku rela membotakkan diri untuk menujukkan dukungan. Pria asal Desa Sukamahi Kecamatan Megamendung tersebut ikhlas dengan apa yang dilakukan.

“Pengen ada perubahan untuk rakyat kecil, paling disisihkan untuk rakyat kecil. Dan harus sampai ke masyarakat maka saya ikhlas dan ridho,” katanya.

Tak disangka, ketika nomor urut untuk masing-masing paslon keluar, paslon jagoan yang diusung RAJA yaitu Jaro Ade-Ingrid Kansil (JADI) dapat nomor 3. “Ini luar biasa, kami memang sejak awal berdoa agar pasangan Jaro Ade-Ingrid Kansil dapat nomor 3,” ujar Imam diamini RAJA dari Desa Sukamahi Kecamatan Megamendung, Budi Mamat.

Selain itu, ketika Ketua KPU Kabupaten Bogor Hariyanto Surbakti memanggil satu persatu masing-masing pasangan calon yang sudah ditetapkan sebagai peserta Pilkada, yang paling banyak mengundang perhatian adalah Jaro Ade – Ingrid Kansil.

Jaro Ade yang diikuti Ingrid Kansil sebagai pasangannya dipanggil lama tak kunjung ke depan, ternyata sedang berdoa. “Sengaja sebelum kita ke depan untuk  berdo’a dulu dan khidmat agar pasangan JADI diridhoi dan direstui Allah SWT, itu sudah menjadi ciri khas kita,” kata Jaro Ade yang baru saja mengundurkan diri sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor. (cep)