Hallobogor.com, Bogor – Keluarga dari tiga korban dugaan pelecehan resmi melaporkan oknum pejabat Kota Bogor yang bekerja di lingkungan Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) ke polisi, Kamis (12/11).

Pihak keluarga menyampaikan harapan agar peristiwa serupa tidak terulangi kembali dan juga ada perlindungan hukum bagi korban.

Ketiga korban, didampingi oleh orang tua dan Kepala Sekolah, mendatangi Polres Bogor kota di Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, kota Bogor.



“Kami hanya mendampingi, kami lapor supaya si anak ini dapat perlindungan,” kata Kepala Sekolah SMK BI, Dodi Muljawan.

Dodi menjelaskan, niat dari pelaporan tersebut juga agar kasus serupa tidak terulang kepada siswa-siswa lain yang melakukan kerja praktik di gedung dewan.

“Saya pikir tidak sedikit siswi yang melakukan kerja praktik lapangan di gedung dewan. Ini juga jadi warning agar siswa-siswa tersebut tidak diperlakukan semena-mena,” paparnya.

Pelaporan juga dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada tiga siswi yang menjadi korban.

Selain melapor ke polisi, pihak sekolah juga sudah mencabut surat tugas untuk melakukan tugas praktik di lingkungan Pemerintahan Kota Bogor.

“Sudah, sudah saya cabut surat tugasnya. Sekolah akan mencarikan tempat baru untuk praktik ketiga siswi kami,” paparnya.

Para korban diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Kota. (edy/hlb)