Hallobogor.com, Bogor – Sungai Ciliwung surut memasuki musim kemarau ini. Pantauan di Bendung Katulampa, Kota Bogor, ketinggian air Sungai Ciliwung berada di titik nol centimeter (cm) pada Rabu (26/7/2018) pukul 18.00 Wib.

Meski berada dititik nol, 3.400 liter kubik air Sungai Ciliwung masih bisa mengalir ke Kalibaru yang merupakan saluran irigasi.

Kepala Pengawas Bendung Katulampa, Andi Sudirman, mengatakan, turunnya angka ketinggian Sungai Ciliwung terjadi mulai awal bulan Juli 2018, hingga pada akhirnya menurun drastis pada Selasa (25/7/2018) malam diangka 10 cm.

“Angka 10 cm cukup bertahan lama hingga saat ini dititik nol cm. Kami terus melakukan pantauan di pintu air Sungai Ciliwung dan pintu saluran irigasi,” tambahnya.

Menurut Andi, faktor yang mempengaruhi kekeringan sungai Ciliwung adalah belum meratanya hujan yang turun di Bogor. Untuk wilayah Kota Bogor beberapa hari ini sudah mulai turun hujan deras.

“Tetapi daerah hulu Sungai Ciliwung atau kawasan Puncak, Cisarua belum turun hujan yang signifikan. Sehingga membuat sungai Ciliwung kering,” tuturnya.

Andi menjelaskan, keringnya sungai Ciliwung ini, membahayakan ekosistem yang ada di Ciliwung, sehingga pihaknya akan memberlakukan sistem giring gilir saluran air.

“Pemberlakuan sistem giring gilir akan dilakukan pada malam hari. Sehingga tidak terlalu berdampak kepada saluran irigasi Kalibaru,” jelasnya.

Andi membeberkan, biasanya pada akhir September atau memasuki awal Oktober daerah hulu akan mengalir deras ke Jakarta (hilir), debit air bisa sampai ratusan ribu. Faktornya karena curah hujan sudah merata. (dns)