Hallobogor.com, Bogor – Guna meningkatkan tertib administrasi, pelayanan, pengawasan, dan penerimaan negara dari sektor pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan pemecahan wilayah kerja
atas 11 unit kantor menjadi 22 unit kantor baru dan pembentukan unit baru, yaitu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Bogor.

Dengan diresmikannya 23 unit kantor baru ini, maka Ditjen Pajak kini memiliki 34 kantor wilayah (Kanwil), 352 KPP, dan 204 KP2KP di seluruh wilayah Indonesia.

Khusus Kanwil DJP Jawa Barat III, kini memiliki wilayah kerja yang meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi. KPP yang berada di wilayah Jawa Barat Ill sebanyak 11 KPP, yaitu KPP Pratama Bogor, KPP Pratama Ciawi, KPP Pratama Cileungsi, KPP Pratama Cibinong, KPP Pratama Depok Sawangan, KPP Pratama Depok Cimanggis, KPP Pratama Bekasi Utara, KPP Pratama Bekasi Barat, KPP Pratama Bekasi Selatan, KPP Pratama Pondok Gede dan KPP Madya Bogor.

Wajib Pajak (WP) yang terdaftar di KPP Madya Bogor adalah sebanyak 1.095 WP dengan rincian 809 WP berasal dari KPP di lingkungan Kanwil DJP Jawa Barat III dan 286 WP berasal dari KPP di luar Kanwil DJP Jawa Barat IIl antara lain KFP Madya Bekasi, KPP Madya Bandung, KPP Madya Tangerang, dan KPP Madya Jakarta Timur.

KPP Madya Bogor dilaunching pada Senin (1/10/2018) yang beralamat di Jalan Pangrango No. 23, Bogor Tengah, Kota Bogor dengan telepon di nomor (0251) 8328670, 83288284 dan
faksimili di nomor (0251) 8323772.

Acara peresmian dihadiri Sumaryati selaku Plt Kepala KPP Madya Bogor, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Direktur Intelejen Ditjen Pajak, KPKNL, KPPN, Kepala Pengawasan Pabean Bea Cukai Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kanwil DJP Jabar III, Catur Rini Widosari, mengatakan, dengan bertambahnya jumlah unit kerja, pengawasan perpajakan yang dilakukan DJP dapat lebih optimal dan efektif. “Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara dan digunakan untuk membiayai berbagai program belanja pemerintah termasuk di bidang sosial pendidikan, kesehatan, serta pertahanan dan keamanan. Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh Wajib Pajak untuk berpartisipasi mendanai pembangunan nasional dengan menghitung, membayar, dan melaporkan pajak secara benar dan tepat waktu,” katanya.

Dijelaskannya, KPP Madya menjadi tulang punggung penerimaan pajak. Dengan hadirnya KPP Madya ada harapan baru di mana pelayanan akan lebih mudah dan lebih dekat. “Di wilayah DJP Jabar III target penerimaan pajak Rp18 triliun dan sudah terealisasi 64,34 persen. Paling besar dari Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Pajak Pusat dalam sambutan yang dibacakan Catur Rini Widosari, menambahkan bahwa target penerimaan negara tahun 2018 ini sebesar Rp1.423,9 triliun. Dari jumlah 41,6 juta WP secara nasional, tingkat kepatuhannya mencapai 68,05 persen. “Kesadaran Wajib Pajak naik pasca diterapkannya kebijakan amnesti pajak. Oleh karena itu mari ciptakan iklim ekonomi yang baik,” katanya. (cep/dns)