Hallobogor.com, Cijeruk – Tebing perlintasan kereta api di Kampung Maseng  RT 02/08, Desa Warungmenteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, telah mengubur hidup-hidup keluarga ibu Nani (35) dengan keempat anaknya pada Senin (5/2/2018) pukul 12:30 WIB. 

Tubagus Bambang Susanto warga sekitar mengatakan, saat itu hujan sedang deras-derasnya, dan rata-rata warga sedang berada di rumah.

Menurutnya, pasca kejadian warga pun langsung berkumpul di lokasi dan mengabarkan peristiwa ini ke aparat desa. “Di lokasi itu memang ada mata air yang biasa dipakai warga, dan saat ini sudah tertutup matrial longsor,” ujar Bambang.



Informasi yang dihimpun, yang menjadi korban di Tebingan Maseng, Desa Warungmenteng, Kecamatan Cijeruk ini ada lima korban yang belum dievakuasi dan masih tertimbun matrial tanah yakni, Nani (35), Alan (17), Aurel (1,9 bulan) Aldi (8,5) dan Adit (10). Sedangkan korban yang berhasil di evakuasi adalah Resma (14), Ikhsan (13), Anggi (15), Jana (45), Enur (34), Igit (25), Asep (40).

Mendengar begitu begitu banyaknya korban jiwa, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi langsung menuju ke lokasi bencana dan menginstruksikan relawan Sahaja dan BPBD Kabupaten Bogor untuk bergerak cepat, yakni selain membantu mencari para korban juga sigap dalam mendata para korban.

“Semua elemen pemerintahan terkait harus segera gerak cepat, jangan sampai menunggu jatuh korban lagi,” tegas Jaro Ade sapaan akrabnya. 

Lelaki jebolan Ponpes Salafiyah Nurul Mubtadi’in ini pun meminta, agar para korban segera mendapatkan penanganan yang serius.

“Saya akan pantau langsung para korban dan mengawal penanganannya, jangan sampai dinas ataupun instansi terkait tidak serius dalam menanggulangi masalah ini,” bebernya.

Terlebih, sambung Jaro, pemerintah daerah sudah jauh-jauh hari mengalokasikan anggaran untuk penanganan bencana.

“Anggarannya sudah ada, instansinya pun ada, jangan sampai korban bencana ini telantar, kalau sampai terlantar maka saya akan tindak tegas dinas terkaitnya,” tukasnya

Lebih lanjut Jaro Ade mengimbau agar masyarakat tetap waspada ketika hujan lebat seperti saat ini. Terlebih, hujan yang mengguyur wilayah Bogor menyebabkan banjir dan longsor di beberapa titik wilayah Kabupaten Bogor.

Jaro Ade sapaan akrabnya itu pun mengungkapkan, Kabupaten Bogor memang menjadi daerah yang rawan longsor dan banjir bandang. Hal ini karena Bogor merupakan daerah yang terdiri dari perbukitan.

“Ada 22 kecamatan di Bogor yang masuk ke dalam daerah rawan persegesaran tanah,” ujar Jaro Ade. 

Ia menjelaskan, Ke-22 kecamatan yang masuk dalam rawan pergeseran tanah ini adalah di Babakan Madang, Bojonggede, Caringin, Cariu, Ciampea, Ciawi, Cibinong, Cibungbulang, Cigombong, Cigudeg, Cijeruk, Cileungsi, Ciomas, Cisarua, Ciseeng, Citeureup, Dramaga, Gunungputri, Gunungsindur, Jasinga, Jonggol, dan Kemang.

“Sedangkan sejumlah kecamatan rawan pergeseran tanah dan berpotensi mengakibatlan banjir bandang yakni di Caringin, Ciampea, Cibungbulang, Cigombong, Cijeruk, Ciomas, Dramaga, dan Kemang,” kata dia. (cep)