Hallobogor.com, Caringin – Selain belum maksimal terserap, realisasi penggunaan Dana Desa masih perlu penyempurnaan. Pasalnya di sejumlah desa masih ditemukan kasus tumpang tindih perbaikan infrastruktur jalan yang dibiayai oleh Dana Desa.

Menyikapi hal itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknik Jalan dan Jembatan (TJJ) Wilayah Ciawi, Eko Sulistyo, memberikan beberapa tips sederhana dalam membantu agar penggunaan Dana Desa untuk infrastruktur jalan tepat dan benar secara teknis dan aturan juga menghindari terjadinya kasus tumpang tindih.

“Kami dari UPT siap turun kapan pun terkait perencanaan dan soal-soal teknis pembangunan jalan di setiap desa. Kami siap melayani koordinasi dan konsultasi dengan para Kepala Desa. Jadi jangan asal bangun, karena ada standar kebinamargaan. Apalagi sekarang banyak bantuan ke desa,” katanya.

Eko menegaskan, koordinasi itu penting. Ia menyontohkan, ada suatu desa yang sudah mengajukan bantuan perbaikan jalan ke Pemkab Bogor dengan dana sekitar Rp300 jutaan. “Karena syaratnya lengkap, bantuan itu pun cair. Masalahnya, ketika dana cair ruas jalan sudah terlebih dahulu dibangun dengan Dana Desa. Akibatnya dana dari APBD tak bisa terserap karena tak boleh ada tumpang tindih. Sayang, lebih baik Dana Desa disalurkan kebidang lain,” jelasnya. (cep)