Hallobogor.com, Bogor – Jelang penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan terminal Baranangsiang dari pemerintah daerah Kota Bogor ke pemerintah pusat pada Rabu (24/08/2016) esok, aksi penolakan pembangunan hotel dan mall di terminal kembali bergulir dari ratusan warga tergabung dalam Koalisi Masyarakat se-Kota Bogor. Aksi kali ini berlangsung di depan pintu 3 Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/08/2016).

Seperti dikutip Halloapakabar.com, menurut Koordinator Lapangan Desta Lesmana, sejak tahun 2012, KPTB beserta segenap warga dan aktivis mahasiswa menolak kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan PT. PGI terkait optimalisasi terminal Baranangsiang. Karena merupakan wujud alih fungsi lahan terminal berkedok optimalisasi yang menguntungkan bagi segelintir pihak.

Dari hasil kajian Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) bentukan Walikota Bogor Bima Arya, kata Desta, juga menyatakan dengan jelas bahwa kerjasama bangun guna serah optimalisasi terminal Baranangsiang dengan pihak PT. PGI dinilai tidak sesuai dengan rencana tata ruang.



“Pembangunan hotel dan mall di area terminal Baranangsiang adalah bentuk alih fungsi pemanfaatan ruang kerena tidak sesuai dengan Perda 8/2011 Pasal 69 ayat (1) dan Pasal 73 UU 26/2007,” ungkapnya.

Atas tidak adanya keberpihakan pemimpin daerah setempat kepada masyarakat, para pengunjuk rasa menyatakan sikap meminta Presiden Joko Widodo untuk turun tangan dan tidak menutup mata dengan persoalan yang ada di Kota Bogor dan melakukan investigasi terhadap dugaan penyimpangan dalam perjanjian kerjasama antara Pemkot Bogor dengan PT. PGI. “Disamping itu, meminta Presiden Joko Widodo untuk membantu perbaikan terminal Baranangsiang melalui dana APBN,” tuntas Desta.

Dalam kesempatan ini, perwakilan pengunjuk rasa dari Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB) menyerah berkas pernyataan sikap dan diterima staf Istana Kepresidenan Bogor. Aksi serupa kemudian berlanjut di halaman Balaikota Bogor, namun berlangsung singkat. Para pengunjuk rasa menganggap bahwa aksi untuk kesekian kalinya itu tak akan membuahkan hasil keputusan apapun dari Walikota Bogor. Sementara aksi ini juga sempat menimbulkan kemacetan panjang di kawasan ruas Jalan Juanda, Kota Bogor. (hrs).