Hallobogor.com, Bogor – Rayap merupakan salah satu serangga yang umum menjadi hama pada permukiman, rumah sakit, hotel, restoran, katering maupun berbagai bangunan lainnya. Kerugian nilai ekonomis yang dihasilkan oleh aktivitas hidup rayap pun menjadi perhatian para pemilik bangunan, utama pelaku industri properti. Di sisi lain kerusakan bangunan akibat rayap juga membahayakan keselamatan orang-orang yang beraktivitas disekitarnya.

Melihat kondisi demikian, Institut Pertanian Bogor (IPB) International Certified Training dan Fakultas Kehutanan IPB menjalin kerjasama menggelar workshop bertajuk “Transformasi Teknologi Pengendalian Rayap di Pemukiman : Peluang dan Tantangan Bisnis Pengendalian Rayap Berbasis SNI di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor, Rabu (13/4/2016).

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Manager IPB International Certified Training, Muhammad Sigit Susanto mengatakan, program workshop ini lebih kepada diskusi mencari solusi pengendalian rayap yang efektif dan efisien namun tetap memperhatikan unsur keramahan lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 160 peserta berasal dari unsur pest controler, developer dan kontraktor bangungan, akademisi, plantation and forestry dan pemerintahan (SKPD, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat),” jelas Sigit.

Dalam kesempatan ini, lanjut Sigit, hadir tiga pembicara yang memberikan materi kepada peserta antara lain, Prof (R) Dr. Arief Sabarudin (Kepala Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Prof. Dr. Ir. Dodi Nandika, MS (Guru Besar IPB, Ketua Kelompok Kerja Patologi Bangunan dan Pengendalian Rayap IPB) dan Ir. Sugiarman, MM (Praktisi dan Profesional Pengendalian Rayap).

Adapun topik-topik yang akan dibahas mulai status rayap sebagai hama bangunan dan kerugian yang ditimbulkannya, teknologi pengendalian rayap berbasis SNI hasil revisi, memenangkan persaingan dalam bisnis jasa pengendalian rayap pada era MEA dan teknologi formulasi produk anti rayap generasi baru. (hrs).