Hallobogor.com, Bogor – Pihak Transmart Yasmin akhirnya bicara blak-blakan terkait polemik bowling pohon yang bakal dijadikan akses tempat keluar masuk pusat perbelanjaan tersebut. Perwakilan Transmart, Dian Ardiansyah, mengaku heran dengan penghentian pekerjaan konstruksi Transmart oleh Satpol PP Kota Bogor gara-gara bowling pohon.

“Sebenarnya, apa dasar Satpol PP Kota Bogor memberikan instruksi agar pekerja menghentikan kegiatan pembangunan,” tegas Dian saat dihubungi, kemarin (07/05/18).

Untuk kasus bowling pohon, kata Dian, sebenarnya sudah tidak ada masalah lagi karena sudah ada izin resmi. Salah satunya, berdasar surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI dengan nomor 30/BA-EV/Perijinan/PP-II/XI/2017 yang keluar tanggal 30 November 2017. Surat tersebut, merupakan berita acara pemeriksaan dan evaluasi terhadap usulan dari Johanes Karundeng (Transmart), untuk pekerjaan pembukaan akses jalan masuk di ruas Jalan Abdullah Bin Nuh atau yang saat ini menjadi lokasi Transmart Yasmin.

“Di surat tersebut, ada poin penetapan tim survei pelayanan perizinan dan tercatat beberapa poin. Di poin nomor 4 dituliskan apabila terdapat tanaman, utilitas, dan atau adanya akses keluar masuk warga yang terkena pembukaan akses jalan masuk, maka pemohon diminta untuk menginformasikan secara resmi (mengirim surat) atas kegiatan yang dilakukan kepada pemilik utilitas, Pemkot Bogor dan atau warga sekitar. Kemudian, bagian yang sudah dibowling tersebut sudah kami sewa sesuai aturan per dua tahun kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional VI Jakarta, dengan nilai Rp13 juta lebih per tahunnya,” papar Dian.

Dian menegaskan, untuk informasi atau mengirim surat resmi kepada Pemkot Bogor pada bagian ini dikirimkan ke Disperumkim Kota Bogor pada tanggal 3 April 2018, maka barulah proses bowling dilakukan setelah mengirim surat tersebut. “Jadi sebenarnya sudah tidak ada masalah lagi karena semua sudah ditempuh sesuai aturan yang ada. Dan perlu diketahui, jika proses bowling sendiri dilakukan oleh pihak Disperumkim Kota Bogor sesuai rekomendasi dari BPJN VI,” tegas Dian.  

Seperti diketahui, masalah ini mencuat setelah dilakukannya sidak oleh Plt Walikota Bogor Usmar Harimar ke lokasi pembangunan dan sempat mempertanyakan izin dari penebangan pohon yang dilakukan pelaksana pembangunan di area akses pintu keluar masuk Transmart Yasmin, beberapa waktu lalu. (dns)