Hallobogor.com, Caringin – Stasiun Maseng merupakan stasiun kereta api yang terletak di Desa Ciadeg, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Stasiun ini terletak pada ketinggian +425 mdpl termasuk ke dalam Daerah Operasi I Jakarta. Nama “Maseng” sendiri didapat dari kampung tempat stasiun itu berada.

Tidak jauh dari stasiun Maseng, tepatnya di tikungan atas jalur stasiun menuju jalan alternatif Cihideng dan Cibalung, berdiri sebuah tugu perjuangan. Di tempat ini terdapat sebuah patung pejuang dengan tinggi sekitar 3 meter. Patung ini nampak tegap berdiri sambil menggenggam sebuah bambu runcing, yang pada masa perjuangan melawan penjajah dahulu kala merupakan senjata andalan para pejuang kemerdekaan.

Sementara di area dalam monumen terdapat sebuah batu prasasti berwarna hitam pekat yang berukirkan tulisan “Pada tahun 1946 di sini letaknya garis demarkasi antara TRI Brigade II SK Siliwangi,pimpinan Mayor A E Kawilarang dengan Kepala Staf Kapten Taswin Nata Diningrat dengan tentara Belanda”. 

Garis Demarkasi adalah garis pemisah yang ditentukan dalam perundingan gencatan senjata oleh pihak yang berperang pada masa perjuangan. 

Prasasti ini diresmikan Bupati KDH Tingkat II Bogor pada tanggal 20 Mei 1978, ditandatangani oleh H Ayib Rughby. 

Tidak banyak informasi tentang sejarah dan asal muasal prasasti yang berhasil dihimpun tim Hallobogor.com dari warga di area prasasti Maseng ini. 

Warga setempat hanya mengetahui dari cerita para sesepuhnya yang kini sudah tiada. Yang mereka tahu, bangunan prasasti itu telah berdiri puluhan tahun silam saat mereka kecil. 

Menurut warga, bangunan prasasti itu minim perawatan. Bahkan kini, luas tanah prasasti sudah semakin menyempit akibat penyerobotan tanah yang dilakukan warga setempat dengan memperluas bangunan tempat tinggalnya. (den)