Hallobogor.com, Cisarua – Persoalan sampah di kawasan Puncak, dari Kecamatan Ciawi, Megamendung, dan Cisarua, Kabupaten Bogor, makin memerihatinkan. Onggokan dan ceceran sampah menjadi pemandangan tak menyedapkan di hampir semua ruas jalan.

Yang paling menonjol terlihat di sepanjang jalur alternatif Cikopo Selatan, dari Simpang Gadog sampai Cisarua. Berbagai jenis sampah terutama sampah plastik berserakan dan menumpuk di sepanjang jalan. Terlebih pada saat hujan, sampah terbawa ke permukaan jalan akibat meluapnya saluran drainase.

Selain masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan, kondisi diperparah dengan lambannya pengangkutan sampah yang dilakukan petugas UPT Kebersihan Ciawi.

Tokoh masyarakat Megamendung, Hari Kusnadi, meminta Pemerintah Kabupaten Bogor perlu melakukan penanganan sampah di kawasan Puncak secara khusus. “Ciawi, Cisarua dan Megamendung, merupakan kawasan pariwisata. Wilayah itu harus indah, bersih dan nyaman. Tetapi, kenyataan di lapangan jauh dari hal itu. Tiga kawasan itu, kondisi sampahnya semakin memprihatinkan. Kita bisa lihat, sepanjang jalur alternatif Cikopo Selatan maupun jalan menuju Tapos Ciawi, serakan sampah terlihat di sepanjang jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, pada Jumat (12/1/2018), Pemerintah Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, langsung bergerak menangani sampah di wilayahnya melalui program Jumat Bersih. Warga bersama aparat Pemdes Kopo terjun membersihkan lingkungan terutama di Simpang Tiga Cidokom di RW 10. Di kawasan tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga luar Kopo.

“Pembersihan sampah di Simpang Tiga Cidokom sudah kami programkan. Nantinya akan dibuatkan bak penampungan. Guna menjaga agar tidak dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga luar, kami akan membentuk satgas, untuk mengawasi kawasan tersebut,” ujar Kades Kopo, Agus Sahrudin.

Menurut Agus, pembangunan bak tempat pembuangan sampah itu akan menggunakan Dana Desa. “Awal tahun ini pembangunan bak sampah itu akan segera dilaksanakan,” imbuhnya. (dang)