Hallobogor.com, Cigombong – Proyek reguler Tembok Penahan Tebing (TPT) di Kampung Siliwangi RW 03 Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, akan dilanjutkan pengerjaannya tahun 2017 ini. Pembangunan TPT yang sebelumnya tidak selesai dikerjakan tepat waktu atau wanprestasi oleh pihak penyedia jasa itu, dinilai sangat dibutuhkan masyarakat setempat untuk mencegah terjadinya bencana longsor susulan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan wilayah IV, Eka Sukarna menegaskan, pembangunan TPT di Kampung Siliwangi itu, harus kembali dilanjutkan. Mengingat, kondisi tebing yang sebelumnya terjadi longsor sangat membahayakan keselamatan warga setempat.

“Untuk pengamanan rumah warga, TPT itu harus selesai dibangun. Jadi warga sangat mengharapkan pembangunan TPT dilanjutkan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini untuk lanjutan pembangunan TPT tersebut sudah masuk ke tahap pelelangan di Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ) Kabupaten Bogor.

“Mudah-mudahan di bulan Agustus sudah ada pemenangnya dan keluar SPK, biar pembangunan TPT segera dilaksanakan,” paparnya.

Terkait penyedia jasa yang mengerjakan proyek reguler TPT sebelumnya, Eka menjelaskan, sesuai aturan dalam surat perjanjian atau kontrak antara penyedia jasa dengan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) yang sebelumnya di Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), penyedia jasa tersebut terkena sanksi berupa blacklist atau tidak bisa mengikuti lelang selama dua tahun.

“Setelah ditegur PPK dan UPT sebanyak tiga kali, akhirnya penyedia jasa diputus kontrak dan diblacklist,” jelasnya.

Eka menambahkan, dalam pelaksanaan proyek yang bersumber Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2016 itu, tidak ada kerugian negara. Karena, semua jaminan uang muka dan uang pelaksanaan di claim atau dicairkan oleh PPK. “Semua jaminan uang proyek TPT, sudah masuk ke kas daerah lagi,” tukasnya. (cep)