Hallobogor.com, Bogor – Unit Pelayanan Teknik (UPT) Pengairan Wilayah IV Ciawi segera menangani 10 titik saluran irigasi yang jebol akibat bencana longsor pekan kemarin. Kepala UPT Pengairan Wilayah IV Ciawi, Eka Sukarna, menegaskan, berdasarkan hasil inventarisasi daerah irigasi yang jebol akibat cuaca ekstrem dan bukan karena human error (kesalahan manusia).

“Sesuai data dari pos-pos pengamatan curah hujan sepekan kemarin sangat tinggi mencapai 148 mm. Ini masuk kategori ekstrem dan sangat mempengaruhi struktur tanah di lereng tebingan dan sungai menjadi jenuh,” katanya, Senin (12/2/2018).

Eka menjelaskan, 10 titik saluran irigasi yang jebol terdapat di tiga kecamatan, yakni Cisarua, Megamendung, dan Ciawi. “Semua telah kami data dan dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Kalau melihat kondisinya tidak bisa diperbaiki dengan cara pemeliharaan tapi harus dibangun permanen, karena anggarannya tidak akan mencukupi,” terangnya.

Guna penanganan sementara, kata Eka, petugas UPT bersama warga melakukan upaya penahanan dengan membuat tanggul darurat dari tumpukan karung tanah dan cerucuk bambu. “Yang terpenting air bisa mengalir dulu sebelum ditangani secara permanen,” tandasnya.(wan/dang)