Hallobogor.com, Bogor – Berani beda. Itulah visi utama kampanye diusung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya – Dedie A Rachim dalam menjaring suara milenial. Sederetan aktivitas tak biasa seperti arung jeram (rafting) dan mendaki gunung (hiking) dijajal untuk mengenalkan asiknya politik yang sebenarnya.

Semalam, pasangan dari petahana meluncurkan video klip lagu terbarunya yang berjudul Abdi Bogor di Devoyage, Kawasan Wisata BNR, pada Minggu (13/5/2018) malam. Diluncurkannya video clip ini menjadi bukti bahwa Bima Arya berkomitmen mendukung industri musik dan film tanah air.

Sejatinya, potensi musik sebagai bagian dari industri kreatif harus terus digali sehingga bisa memberikan nilai ekonomi yang semakin tinggi. Dalam video Klip itu juga sebagai ajang promosi Kota Bogor. Hal itu ditunjukan dengan keramahan warga, potensi wisata dan lain sebagainya.

Badra Muda sangat berperan aktif dalam mengsukseskan acara tersebut. Menurut Koordinator Badra Muda, Chika Audhika, dengan diluncurkannya video klip Abdi Bogor ini, ia optimistis pesan dan gaya politik dari pasangan Bima-Dedie dapat diterima masyarakat, khususnya kawula muda.

“Ini adalah sebuah campaign yang sangat luar biasa dari Kang Bima karena musik merupakan bahasa yang sangat universal. Karena musik adalah bahasa yang sangat mudah dipahami oleh anak-anak muda terutama,” kata Chika. 

Melalui musik, lanjut Chika, penyampaian sebuah pesan sangat mudah diterima oleh generasi milenial. Dalam lagu Abdi Bogor ini, ia meyakini liriknya dapat menyentuh menggugah semangat kawula muda untuk lebih kreatif.

“Ketika generasi muda suka dengan musiknya, suka dengan bahasanya, terutama pada liriknya yang ada dalam lagu Abdi Bogor ini saya yakin rasa kecintaan kita sebagai anak muda akan bertumbuh besar untuk Kota Bogor,” terangnya. 

Sejak empat tahun ke belakang, Chika amat mengapresiasi perubahan yang terjadi pada masa kepemimpinan Bima Arya. Perhatian terhadap anak muda hingga saat ini semakin banyak bertambah. 

“Sekarang Bogor sudah lebih modern dan keren. Intinya sih saya bangga untuk anak-anak muda yang ada di sini. Karena yang ada di sini ialah anak-anak muda yang tertarik terjun langsung, ingin tahu langsung perkembangan Kota Bogor kedepannya. Melalui media sosial juga kita berharap lahir ide-ide atau gagasan-gagasan baru yang terlahir dari buah pemikiran generasi muda,” tandasnya.  

Dengan semangat itu, ia ingin memulai gerakan tersebut dari Kota Bogor. Dengan begitu, ia meyakini Indonesia akan menjadi lebih baik lagi.

Seperti diketahui, jumlah pemilih pemula kota hujan mencapai 201.921 jiwa. Mereka muncul dari kalangan milenial dengan rentan usia 17-29 tahun.

Sesuai data Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kota Bogor, pemilih milenial tersebar di enam kecamatan, dengan perincian 102.952 laki-laki dan 98.969 perempuan. Jumlah ini kemungkinan masih bisa bertambah. (cep)