Hallobogor.com, Bogor – Festival kue bulan atau mooncake biasa digelar pada hari ke-15 pada bulan ke-8 sesuai kalender China di seluruh dunia. Peringatan mooncake ini juga dirayakan oleh warga keturunan Thionghoa dan masyarakat umum di Vihara Dhanagun, Kota Bogor, Sabtu (7/10/2017).

Ketua Yayasan Vihara Dhanagun, Suherdy Arnold, mengungkapkan, sesuai sejarahnya peringatan ini digear di mana hari itu bulan berbentuk bulat sempurna dan bersinar terang (bulan purnama). Menurut kepercayaan, pada malam itu Dewi Bulan menampakkan dirinya. Saat itu pertengahan musim gugur, demikian dia menggambarkan semarak perayaan, warga menyantapnya bersama-sama di taman sambil duduk melingkari meja bundar. Biasanya sambil menyantap, mereka mengenang kasih sayang orang-orang terdekat.

“Festival kue bulan ini rutin setiap tahun. Pada awalnya hanya diikuti kalangan tertentu saja tapi untuk kali ini perayaan ini terbuka untuk umum. Kami mengajak semua masyarakat ikut merayakan tanpa melihat agamanya, dalam rangka merekatkan kesatuan dan persatuan. Yang penting tradisinya, biar kita bisa bersama,” katanya.

Dari sekian hidangan yang disediakan oleh pihak klenteng, kue bulan menjadi hidangan wajib dalam festival ini.

Pemandangan unik lainnya saat festival berlangsung, warga secara bersamaan bersulang dan meneguk teh pahit sebelum menikmati manisnya kue bulan. Tradisi minum teh ini menggambarkan jalinan kehangatan antara warga keturunan maupun warga sekitar. Sambil bersulang, setiap warga menyisipkan doa terbaik bagi satu sama lain.

Selain menikmati hidangan, warga juga disuguhi berbagai penampilan kesenian tradisional yang ditampilkan oleh berbagai komunitas dari berbagai daerah.

“Festival ini bisa dinikmati oleh siapapun tanpa kecuali. Ini merepresentasikan semangat persatuan yang dijunjung warga Bogor. Semangat persatuan ini juga tergambar dari bentuk kue bulan yang melingkar. Jadi falsafahnya lingkaran itu adalah perlambang persatuan. Kami ingin mempererat persatuan itu sehingga lebih kuat. Semangat dan nilai itu yang kami bawa dalam setiap festival,” jelas pengurus Vihara Dhanagun, Dharma. (dns)