Hallobogor.com, Bogor- Wacana pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang masuk Kota Bogor, tepatnya jalur Pajajaran, sepertinya akan berimbas terhadap keberadaan icon Bogor sebagai jantung Kota Bogor, yakni Tugu Kujang.

Kendati rumor beredar, jika LRT jadi dibangun atas kebijakan pusat, bangunan kuno bersejarah yang berdiri tegak itu otomatis akan berpindah tempat.

Menanggapi dampak rumor tersebut, Anggota DPRD dari fraksi Golkar, Yus Ruswandi menyatakan setuju bangunan cagar budaya Tugu Kujang itu dipindahkan ketempat yang strategis, jika menurutnya pembangunan LRT akan berdampak terhadap keberadaan Tugu Kujang.

“Disisi lain adanya pembangunan dpo LRT merupakan sebuah terobosan. Menurut hemat saya apabila LRT dibangun masuk melewati jalan Pajajaran maka Tugu Kujang akan terkena dampak paling utama, sehingga harus di cari solusinya. Dan mau tidak mauTugu Kujang tersebut harus dipindahkan,” kata Yus.

Meski demikia , jika diharuskan Tugu Kujang di pindahkan, maka Walikota Bogor harus duduk bersama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk dengan para budayawan dan tokoh masyarakat di Kota Bogor.

“Tugu Kujang inj kan belum masuk kedalam daftar bangunan cagar budaya (BCB). Sehingga kalaupun nanti ada pemindahan maka momentum itu sekaligus untuk memasukan Tugu Kujang kedalam BCB,” sarannya.

Sementara tanggapan berbeda dikatakan anggota DPRD dari Fraksi ABRP, Tb Alex Solihin yang meminta agar pembangunan LRT jangan mengorbankan Tugu Kujang. Bangunan Tugu Kujang sebagai icon Kota Bogor harus dipertahankan, dan semaksimal mungkin Pemkot Bogor harus menggunakan jalan Tol Jagorawi untuk jalur LRT.

“Lebih baik LRT dibangun di sepanjang jalan Tol Jagorawi supaya tidak ada proses pembebasan lahan dan mengorbankan Tugu Kujang. Saya tidak setuju kalau Tugu Kujang di pindahkan, karena Tugu Kujang itu kebanggaan warga Bogor. Kalau mau jalur LRT itu lewat tol Jagorawi saja sehingga bisa langsung masuk ke terminal Baranangsiang,”ungkap poltisi Partai Nasdem itu.

Alex menambahkan, berdasarkan Perpres nomor 98 tahun 2015 tentang pembangunan LRT bahwa akses untuk jalan LRT itu menggunakan jalan milik Negara.

“Jadi jalur yang tepat untuk LRT itu adalah menggunakan jalan Tol Jagorawi. Untuk apa dibelokan ke Tanah Baru dan melewati ke Jalan Pajajaran, padahal langsung saja menuju ke terminal Baranangsiang,” tandas Alex. (dan)