Hallobogor.com, Bogor – Pro kontra rencana pembangunan apartemen Botanical Residence di Kampung Babakan, Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, terus bergulir.

Meski, PT Laksana Eka Marga (LEN), selaku pengembang apartemen Botanical Residence, telah memiliki perizinan dari berbagai pihak terkait.

Setelah berhasil melakukan pembebasan lahan untuk akses jalan menuju apartemen Botanical Residence, kini masalah baru timbul di masyarakat terkait rencana relokasi Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Imdad Alzaini dan Madrasah Diniyah di Jalan Rumah Sakit II, Babakan Fakultas RT 01/04, Kelurahan Tegal Lega.

Pimpinan Ponpes Nurul Imdad Alzaini, Ahmad Al Zaini Mubarok , membenarkan rencana penggusuran tersebut dan menentang keras.

Ponpes dan Madrasah itu didirikan tokoh agama, alm. KH. Amad Zaini Dahlan alias Kiyai Elon, Murid dari Mama Abdullah Bin Nuh.

“Ya, informasinya begitu, ada rencana dari pihak pengembang melalui utusannya, bahwa tempat kami ponpes dan madrasah harus direlokasi.

Adanya laporan seperti itu, maka kami dengan tegas menolak dan akan menentang pihak pengembang,” tegas Ahmad Mubarok, kepada Hallobogor.com, Senin (14/09).

Dirinya mengaku prihatin dengan adanya rencana tersebut, karena ponpes dan madrasah merupakan peninggalan orangtuanya. Selain itu, lahan seluas 1.000 meter persegi yang didirikan tahun 1960 dan 1980 untuk ponpesnya adalah tanah wakaf.

“Ponpes dan madrasah ini merupakan peninggalan Kiyai Elon selaku pendiri. Lahan ini juga adalah tanah wakaf. Masak harus dipindahkan. Bagaimana dengan murid-murid kami di sini,” keluhnya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Ponpes Nurul Imdad Al Zaini, Azis Fachrudin menambahkan, pihaknya akan melakukan upaya dan langkah terhadap rencana relokasi itu kepada Pemkot dan DPRD Kota Bogor sesuai mekanisme.

Azis menjelaskan, dulu DPRD melalui Komisi A sejak bulan Desember lalu sudah melakukan hearing dan ada pembekuan selama empat bulan terkait relokasi antuk akses jalan di jalur tersebut.

“Kami di sini dulu sesuai kesepakatan hanya menolak akses untuk jalan apartemen Botanical. Kenapa sekarang melebar bahwa ponpes dan madrasah harus direlokasi. Keberadaan kami di sini hanya untuk syiar agama bagi kampung di sini.

Kami tidak akan menganggu kegiatan pihak apartemen Botanical, tetapi juga mereka jangan menganggu keberadaan kami. Mudah-mudahan ada upaya dan langkah yang akan ditempuh nantinya, jika rencana tersebut dilakukan,” pungkasnya.(Dani)