Hallobogor.com, Bogor – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar (Demiz) mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor agar bertindak tegas terhadap para pemilik bangunan liar seperti vila yang berdiri di atas tanah resapan air. Pemkab Bogor juga diminta tidak tebang pilih dalam menertibkannya.

Demiz mengemukakan, terjadinya bencana alam longsor dan banjir di wilayah Kabupaten Bogor yang menelan enam korban jiwa dan kerugian material awal pekan ini bisa saja karena resapan air berkurang dan lapisan tanah menjadi jenuh akibat banyaknya bangunan liar di atasnya.

“Pemerintah Kabupaten Bogor seharusnya jangan melihat-lihat (tebang pilih), siapapun jika melanggar aturan seharusnya bongkar, agar jangan sampai ke depannya terjadi lagi bencana lebih besar yang tidak kita harapkan,” tegasnya saat meninjau langsung beberapa titik bencana di Kecamatan Cisarua, Puncak, dan di Maseng, Kecamatan Caringin, Kabupaaten Bogor, Kamis (8/2/2018).

Menurut Demiz, terlebih lagi jika bangunan-bangunan di atas tenah resapan air itu adalah vila. “Pasti yang punya orang kaya dan mereka juga orang terpelajar. Ketika merasa bangunannya melanggar sehingga tak memiliki IMB harus sadar untuk membongkarnya sendiri jangan sampai menunggu petugas untuk membongkarnya. Itu kan menggunakan uang negara,” tandasnya.

Demiz menjelaskan, wilayah Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah yang rawan bencana longsor di Jawa Barat, selain Kabupaten Garut dan Cianjur.

“Curah hujan yang cukup tinggi, resapan air yang berkurang, diduga salah satu penyebab terjadi bencana banjir longsor kemarin,” katanya.

Deddy Mizwar mengimbau pula kepada masyarakat yang tinggal di daerah tebingan yang sekiranya rentan terjadi bencana sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih steril ketika curah hujan meningkat. “Ini guna menghindari agar tidak menjadi korban di saat terjadi bencana,” imbuhnya. (wan)