Hallobogor.com, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta Dinas Sosial (Dinsos) serius dalam menangani anak jalanan (anjal), pengemis, gelandangan, pengamen dan sejenisnya. Hal ini guna menekan angka kriminalitas terkait banyaknya keluhan masyarakat akibat gangguan anjal.

Demikian dikatakannya di Balai Kota Bogor, Jum’at (13/10/2017), saat melakukan pembinaan terhadap kurang lebih 39 anjal yang terjaring dalam operasi yang dilakukan Dinsos yang dipimpin langsung oleh Bima Arya.

“Tempat mereka (anjal) seharusnya bukan ada di jalan, tapi di rumah, di sekolah atau di keluarga, juga lingkungan. Kami coba mengembalikan mereka ke lingkungan, kalau tidak punya lingkungan kami bina. Kami berusaha keras agar mereka jangan jadi generasi yang sia-sia,” katanya.

Bima mengungkapkan, keberadaan anjal dekat dengan tindakan kriminal. “Banyak laporan dari warga ketika mereka di jalan dalam kondisi mabuk, menakut-nakuti, memaksa. Itu yang membuat tidak nyaman. Salah satu dari mereka ditanya dari mana mendapatkan minuman itu, dia jawab di warung dan warung tersebut berada di kawasan terminal dan itu kami tertibkan juga. Jadi kami mencoba mengurai penyakit sosial masyarakat ini, coba kami dalami agar bisa menekan angka kriminalitas, pengangguran dan lain sebagainya,” paparnya.

Bima mengakui, kendala saat ini Pemkot Bogor belum memiliki tempat panti atau asrama untuk menampung anjal. “Untuk sementara kami tampung dulu di Dinsos. Setelah itu ksmk fasiltasi ke panti rehabilitasi untuk gelandangan dan pengemis di Bekasi. Kami komunikasi dengan kementerian. Kalau bisa dikembalikan ke lingkungan itu lebih bagus,” katanya.

Sementara Kepala Dinsos Kota Bogor, Azrin Syamsudin, menjelaskan, razia penyandang masalah kesejahteraan social (PMKS) adalah tindak lanjut dari PP 39 Tahun 2012 tentang Penanganan Anak Jalanan dan PMKS. “Setelah didata, kami akan memberikan mereka pembinaa fisik dan mental serta pelatihan keterampilan di Kantor Dinsos agar tak kembali turun ke jalan,” ungkapnya.

Kemudian, razia ini digelar untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat. “Aksi mereka mengejar angkot untuk mengamen membuat resah warga, jadi kami tertibkan,” ujarnya.

Menurutnya, razia tersebut diselenggarakan di seluruh wilayah Kota Bogor dan dibantu mitra Dinsos yakni Tenaga Kesejahtetaan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk melakukan identifikasi di bawah koordinator Agus Mulyadi. “Harapannya dengan operasi razia PMKS ini bisa menjadikan Kota Hujan steril dari PMKS. Semua daerah akan kami sisir,” imbuhnya. (dns)