Hallobogor.com, Bogor – “Selain memastikan berjalannya pelayanan PDAM, saya juga ingin memastikan hak-hak karyawan yang perlu diperhatikan agar situasi kerja kembali kondusif,” kata Walikota Bogor, Bima Arya seusai menunaikan ibadah shalat Jumat di Masjid Nurul Maal, saat ditanya seputar kedatangannya di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Jumat (26/02/2016).

Pada kesempatan ini, Bima mengungkapkan keputusan pemberhentian Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Untung Kurniadi yang telah diambilnya sejak Selasa (23/2) lalu, sudah menjadi suatu kebijakan dan tentunya dirinya siap untuk menghadapi segala sesuatu termasuk gugatan dari bersangkutan.

“Setiap kebijakan pasti ada resikonya, apapun akan saya hadapi. Saya menutup tempat karaoke saja digugat, dan saya hadapi gugatan itu. Karena saya berpegangan pada hukum untuk kepentingan lebih besar,” ucap Bima, seperti Halloapakabar.com.

Terkait surat keputusan Walikota perihal pemberhentian Dirut PDAM, menurutnya masih dalam proses menunggu surat pertimbangan DPRD Kota Bogor. “Ini adalah mekanisme yang memang telah diatur dalam Perda. Kita berharap tidak terlalu lama karena secara semangat dewan memperhatikan karyawan,” tuturnya.

Bima mengaku sudah berkomunikasi intens dengan Ketua DPRD. “Insya Allah setelah selesai tugas di Lombok, Ketua DPRD akan segera meresponnya. Per tadi malam saya pun sudah meminta agar surat pertimbangan itu agar tidak terlalu lama bisa¬† dilayangkan melalui fax email,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, bahwa pertimbangan DPRD tidak memerlukan proses rapat Paripurna. Karena menurutnya, surat keputusan yang dilayangkan kepada pimpinan dewan telah didisposisikan kepada Komisi B dan D. Sementara komisi ini sudah melakukan kajian dan hasilnya sudah disampaikan kepada pimpinan dewan.

“Jadi sekarang semuanya ada dipimpinan dewan. Secara resmi saya menungu respon dari pimpinan dewan,” tandas Bima. (hrs).