Hallobogor.com, Bogor – Warga pemilik tanah di delapan desa di Kabupaten Bogor menghadiri musyawarah ganti untung tanah tambahan untuk jalan tol Bocimi. Musyawarah berlangsung di Kantor Kecamatan Caringin, Rabu (9/8/2017).

Musyawarah penawaran harga tanah ini dibagi dua sesi. Sesi pertama pagi hari untuk tiga desa, yakni Desa Bitungsari Kecamatan Ciawi sebanyak 2 bidang tanah, Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin 3 bidang tanah, dan Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin 24 bidang tanah. Sedangkan sesi kedua mulai pukul.14.00 WIB musyawarah untuk warga lima desa di Kecamatan Cigombong.

Musyawarah pada sesi pertama berlangsung lancar. Usia pemaparan dari tim Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK), mayoritas warga langsung menyetujui harga yang ditawarkan pemerintah dan langsung tanda tangan. Hanya sebagian saja warga yang belum setuju karena masih harus berkonsultasi dengan pihak keluarganya.



Sedangkan nilai penawaran untuk masing-masing pemilik tanah cukup rahasia karena ada dalam amplop tertutup. 

Tim PPK dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, Edi B, mengatakan, warga yang masih merasa keberatan diberikan waktu 14 hari sejak musyawarah dilaksanakan. “Apabila sampai batas waktu yang ditentukan menolak maka uang pembayaran dititipkan di Pengadilan Negeri atau konsinyasi,” katanya.

Bagi warga pemilik tanah yang setuju, sambung Edi, maka langsung diusulkan ke PPK dan segera dibayarkan. “Dana sudah tersedia. Pembayarannya dalam bentuk rekening bank agar aman,” ujarnya didampingi Tim PPK dari BPN Obar Sobarna.

Beberapa pekan sebelumnya, musyawarah harga ganti untung tanah tambahan tol Bocimi ini digelar untuk warga Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Untuk wilayah Kota Bogor butuh sebanyak 15.000 meter persegi atau 51 bidang tanah yang meliputi Kelurahan Bojongkerta, Kertamaya, dan Harjasari. Sedangkan di wilayah Kabupaten Bogor butuh 400 bidang tanah.

Bambang Suharto sebagai Ketua PPK Tol Bocimi dari Kementerian PUPR, mengemukakan, pembangunan megaproyek jalan tol Bocimi seksi I Ciawi-Cigombong masih membutuhkan lahan tambahan. Lahan tambahan ini di antaranya diperlukan untuk pelebaran drainase atau penahan tebing di beberapa lokasi. 

“Kami menargetkan paling telat bulan Desember 2017 harus sudah selesai untuk kegiatan ganti kerugian pengadaan tanah tambahan jalan tol Bocimi seksi I (Ciawi-Cigombong)” tandasnya. (cep)