Hallobogor.com, Bogor – Sedikitnya 50 jemaat kristiani warga binaan Lapas kelas II, Paledang Bogor, merayakan natalan. Acara mengusung tema “Kepedulain Terhadap Sesama dan Kebersaman di Lapas klas II, Dilandasi Cinta Kasih Allah,” berlangsung khidmat.

Acara perayaan bekerjasama Lapas, Dimas Kristiani Kota Bogor dan Gereja Siliwangi ini dihadiri sanak keluarga para napi umat kristiani. Haru biru dalam prosesi peribadatan kian terasa, ketika nyanyian rohani di bawakan oleh para napi warga binaan, selain persembahan pujian diikuti puluhan umat kristiani yang merayakan.

Perayaan Natal yang dimulai pukul 14:30 WIB ini selain dibuka dengan nyanyian-nyanyian rohani, acara pun dilanjutkan dengan doa renungan oleh Pendeta Gereja Kristus Siliwangi Bogor, Joubert Koro. dalam doa memberikan peneguhan kepada warga binaan, selain pembinaan dan bimbingan, diharapkan kelak keluar lapas, bisa lebih baik.



Acara yang juga diisi dengan drama pendek diperankan para napi dengan judul ” Anak Yang Hilang”, diungkapkan salah satu warga binaan dari agama kristiani, Maxi warga Depok, menuturkan, kesan perayaan natal tahun ini merupakan moment berharga. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangatlah penting untuk diadakan setiap tahunnya, karena dengan kegiatan seperti ini para warga binaan tidak merasa dikucilkan dan merasa diperhatikan hidupnya.

Maxi mengungkapkan, dirinya sangat senang namun sedih, karena diadakannya perayaan natal dilapas tahun ini, dirinya tidak dapat merayakan bersama keluarga. Tetapi meski begitu, dalam perayaan ini bisa saling bersama dalam pelukan Tuhan.

“Senang tapi sedih, berharap natal tahun ini kedepan saya bisa tambah baik, dan akan lebih baik lagi,” ungkap Maxi yang baru menjalani masa tahanannya selama tiga bulan, kasus narkoba,” ungkapnya, Minggu (19/12).

Sementara itu, Kalapas Kelas II, Bogor Suharman mengatakan, sesuai jumlah umat kristiani di lapas, perayaan diikuti 50 warga binaan. Pada momen ini juga Suharman berharap para jemaat napi yang merayakan natal ditahun ini bisa dapat melangkah lebih postif kedepan, dimana juga renungan demi renungan dalam kebaaktian dapat menghantarkan para napi kembali kejalan yang lurus.

“Saya hanya berpesan agar dalam perayaan natal ini bagi warga binaan jemaat nasrani dapat mengambil hikmah. Apabila nanti sudah keluar mereka bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. Mereka juga mendapatkan bimbingan daripada gereja-gereja,” pungkasnya. (dani)