Hallobogor.com, Bogor – Rendi Abdurahman (22), warga Kampung Cisalopa RT 3/2, Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Senin (24/04/17), menjadi korban pengeroyokan, penganiayaan, perampasan serta penculikan oleh sejumlah orang. Beberapa orang di antara pelakunya dikenali oleh korban. 

Peristiwa terjadi di kawasan Cisempur, Jalan Raya Bocimi, sekira pukul 15.30 Wib. Akibat tindak pidana ini korban mengalami luka-luka serius di bagian wajah dan kepala, serta mengalami kerugian material.

Rendi Abdurahman, menjelaskan, kronologis kejadian berawal saat dirinya hendak mengambil barang milik perusahaannya yang tertinggal di tempat pencucian mobil di Cisempur. Saat tiba di lokasi yang dituju, tiba-tiba korban dihampiri oleh sejumlah orang yang mengendarai sepeda motor. Dua di antaranya dikenali korban sebagai Aldi alias Gobed dan Gojin. Kedua orang yang dikenali korban itu langsung melakukan penyerangan secara anarkis dengan melakukan pengeroyokan. 

“Orang yang mendatangi saya kurang lebih ada 12 motor pak. Yang dua orang saya kenali itu yang langsung menyerang saya secara brutal sambil meneriaki saya maling,” tutur korban.

Tidak puas sampai di situ, lanjut korban, orang-orang tersebut langsung merampas sepeda motor jenis CB 100 yang dipinjam korban dari rekan kerjanya. Seteleh itu, korban dibawa dengan sepeda motor ke wilayah Bohlam, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, dengan alasan akan dibawa ke rumah orangtua pelaku. Namun di tengah jalan, di sebuah jembatan di Kampung Muara Sewadiri, si korban malah kembali dianiaya. Usai dianiaya, korban dilempar oleh para pelaku ke dasar sungai.

“Setelah dipukulin di atas jembatan itu, saya sempat gak sadar diri pak. Ketika saya sadar saya udah ada di dasar sungai dekat proyek tol yang jarak dari lokasi saya dibuang itu lumayan cukup jauh, hingga akhirnya saya ditolong oleh warga sekitar,” jelas karyawan di sebuah perusahaan air minum itu.

Paska kejadian, korban langsung melaporkan sendiri peristiwa yang menimpanya itu ke Mako Polsek Caringin, yang diterima laporannya oleh Bripka Kustiono Rahim, dengan nomor Laporan Polisi STPL/62/B/IV/2017/Sektor. 

Namun, hinga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan oleh aparat Kepolisian Sektor Caringin. 

Berdasarkan informasi dari keluarga korban, kejadian tersebut dipicu oleh dendam lama pelaku yang terlibat hutang piutang atas jual beli sepeda motor dengan korban. Namun menurut ibu korban, permasalahan hutang piutang itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan sejak dua tahun silam. 

“Padahal masalah itu udah saya selesaikan dua tahun lalu pak. Hutang anak saya yang awalnya 6 juta rupiah sudah kami angsur hingga sisanya sekarang tinggal 1 juta rupiah. Bahkan tiap nagih ke rumah mereka itu selalu dalam keadaan mabuk pak,” tandas Ibu Korban. (den)