Hallobogor.com, Babakanmadang – Warga Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, antre daftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (23/11/2017). Mereka antusias setelah mendapatkan pemaparan tentang manfaat program jaminan sosial yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Desa Cijayanti dalam acara Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan.

Warga langsung mendaftarkan diri di mobil layanan BPJS Ketenagakerjaan karena persyaratannya juga sangat mudah. Cukup KTP dan mengisi formulir.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor, H. Cep Nandi Yunandar, mengatakan, Desa Cijayanti merupakan pilot project Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan selain Desa Kemang dan Sanja di Kabupaten Bogor.

“Sosialisasi ini adalah tindak lanjut MoU dengan Bupati dan Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2016 yang mengimbau seluruh perangkat desa serta seluruh pelaku usaha di setiap desa agar mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kami bersyukur seluruh perangkat Desa Cijayanti sudah masuk jadi peserta. Melalui sosialisasi ini juga kami ingin memberikan pemahaman bahwa BPJS Ketenagakerjaan berbeda dengan BPJS Kesehatan,” katanya.

H. Cep Nandi menjelaskan, jaminan risiko sosial yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan murah dan dapat dijangkau oleh semua kalangan khususnya kalangan keluarga kurang mampu, pekerja serabutan, dan warga yang bekerja tanpa punya gaji rutin dari perusahaan.

“Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) hanya Rp10.000. Dengan ikut program ini peserta yang mengalami kecelakaan saat kerja dibiayai sampai sembuh tanpa ada batasan biaya, termasuk biaya pengangkutan. Kalau meninggal karena kecelakaan kerja dapat 48 kali upah. Jangan sampai kejadian seperti pabrik mercon. Waktu iti hanya tiga orang yang dijamin BPJS ketenagakerjaan. Sedangkan untuk Jaminan Kematian (JK) preminya hanya Rp6.800 tapi untuk kategori meninggal biasa. Santunannya Rp24 juta. Jadi dengan minimal ikut dua program, JKK dan JK cukup membayar Rp16.800 per orang per bulan,” jelasnya.

Marketing Officer BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor, Reno Yulian, menambahkan, masyarakat perlu mengetahui bahwa jika masyarakat mengalami kecelakaan kerja kemudian masuk rumah sakit maka pihak rumah sakit tidak akan menggratiskan kalau warga punya BPJS Kesehatan. “Pasti yang ditanyakan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Yang dijamin BPJS Kesehatan itu hanya sakit yang sudah ada gejalanya,” ujarnya.

Dalam program BPJS Ketenagakerjaan, kata Reno, juga ada istilah Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB). Yakni peserta akan dijamin peserta selama tak bekerja 1-6 bulan. Penghasilannya diganti full 100 persen. “Kemudian 75 persen 6 bulan sampai 1 tahun berikutnya. Selanjutnya 50 persen. Kalau cacat juga dapat. Kalau ayah meninggal karena kecelakaan kerja, anak bisa dapat beasiswa.

Sekretaris Camat Babakan Madang, Rudy Mulyana, yang hadir dalam acara itu, mengharapkan program ini bisa dicontoh oleh desa lain. “Cijayanti selama ini jadi desa percontohan. Ini jadi tugas bersama perangkat desa. Buka pintu bagi para pengusaha di Cijayanti agar berikan jaminan ketenagakerjaan terhadap para pekerjanya,” ujarnya.

Sedangkan Kades Cijayanti, H Abdul Rojak, menambahkan, selama ini warganya terkendala akses untuk mendapatkan jaminan sosial. “Melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi bagian dari solusi dan wujud untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menepis kesenjangan. Kami berharap tidak ada lagi warga kurang mampu yang tidak bisa mendapatkan jaminan sosial dengan alasan finansial. Karena mudah dan murah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya.

Pemdes antusias dan mendukung sosialisasi. Warga diharapkan aktif menjadi peserta BPJS naker. 

Dalam kesempatan tersebut, Iwan Setiawan selaku Bidang Kesra Setda Kabupaten Bogor berkesempatan menyerahkan penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada PT Mercedes Benz sebagai perusahaan terbaik kategori zero accident. (cep)